Populasi sampah antariksa menjelang puncak siklus 24 Matahari

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

space junk (sumber NASA)Tahun ini dipercaya Matahari akan mencapai puncak aktivitasnya di siklus ke-24. Salah satu efek yang ditimbulkannya adalah meningkatnya jumlah benda jatuh antariksa buatan sehingga dapat memperkecil populasi sampah antariksa.

Meski demikian, dugaan bahwa puncak aktivitas Matahari kali ini akan lebih kecil dibanding puncak siklus 23 dan landainya akhir siklus tersebut ditambah dengan kemungkinan terjadinya serpihan baru karena tubrukan antar benda (dan beberapa alasan lain) menimbulkan pertanyaan seberapa signifikan pengurangan populasi sampah antariksa di tahun 2013 ini. Itu pun jika betul terjadi pengurangan. Baca lebih lanjut

Iklan

Fenomena antariksa: bagaimana menyikapinya?

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Bagi yang rajin mengikuti perkembangan berita di Indonesia baik itu lewat TV maupun internet, akan menyadari bahwa belakangan ini seringkali beredar berita-berita heboh terkait dengan “fenomena alam semesta”.  Mulai langit terbelah hingga satelit dan meteor jatuh (ini yang paling sering).

Sepertinya berita-berita ini banyak bermunculan setelah isu kiamat 2012 dihembuskan oleh beberapa orang/pihak di negeri ini. Karena isu ini dikaitkan dengan keantariksaan seperti aktivitas Matahari dan benda jatuh antariksa maka LAPAN sebagai lembaga resmi yang menangani keantariksaan di Indonesia sering diminta oleh berbagai pihak untuk memberi penjelasan. Ini tantangan bagi LAPAN untuk mampu menjelaskan kepada masyarakat sekaligus peluang agar lebih dikenal.

(catatan: sebagian besar isi tulisan ini diambil dari tulisan sebelumnya berjudul “Menyongsong tahun baru 2012”)

Baca lebih lanjut

Kerusakan Lingkungan Antariksa

Update 29 Jan 2012: penambahan tautan di akhir tulisan

(tulisan ini sebelumnya dimuat di Info LAPAN vol. V no. 2 2009)

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Seperti diberitakan di harian Kompas 14 Februari 2009, sebuah satelit aktif telah ditabrak oleh sampah antariksa sehingga pecah minggu lalu. Kejadian ini menimpa satelit Iridium 33 milik Amerika Serikat yang merupakan salah satu dari 66 satelit penyusun konstelasi satelit komunikasi Iridium yang dioperasikan oleh Iridium Satellite L.L.C. Ini adalah kasus pertama sebuah satelit aktif ditabrak oleh benda antariksa utuh (bukan berupa serpihan).

Kecelakaan yang dialami Iridium 33 terjadi di ketinggian sekitar 788 km di atas Siberia, Rusia pada tanggal 10 Februari 2009 pukul 23:56 WIB. Angkatan Bersenjata Ameriksa Serikat mengatakan bahwa tabrakan ini menghasilkan lebih dari 500 buah serpihan yang dapat teramati dari bumi dan terkonsentrasi ke dalam dua buah awan serpihan. Awan serpihan ini selanjutnya mengancam keberlangsungan misi 65 satelit Iridium yang tersisa beserta satelit-satelit aktif di sekitarnya.

Baca lebih lanjut