Sampah antariksa di sidang PBB

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Sidang ke-49 Subkomite Ilmiah dan Teknik (STSC) Komite PBB tentang Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai (UNCOPUOS) telah berakhir pada 17 Februari lalu. Masalah sampah antariksa (space debris) dibahas secara khusus pada tanggal 8, 9, dan 10 Februari (tiap hari sidang terdiri dari dua sesi: pagi dan sore). Semua presentasi teknis bisa diunduh di website STSC-UNCOPUOS 2012.

Sayang sekali materi tentang aktivitas mitigasi sampah antariksa di Indonesia belum sempat disampaikan pada sidang kali ini. Semoga materi ini tampil nanti manakala kontribusi kita sebagai bangsa terkait sampah antariksa sudah lebih baik lagi. Untuk  itu dibutuhkan visi dan kesungguhan mencapai visi tersebut.

Baca lebih lanjut

Space debris mitigation guidelines

Update 30 Jan 2012: penambahan bantuan analisis dengan NASA DAS

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Tiga satelit berukuran besar yang jatuh dalam 5 bulan terakhir (UARS, ROSAT, dan Phobos-Grunt) adalah contoh sampah antariksa (space debris) yang mengalami reentry. Masih banyak resiko jenis lain yang mungkin ditimbulkan sampah antariksa sehingga dunia pun semakin mencemaskan perkembangan sampah ini.

Baca lebih lanjut

Kerusakan Lingkungan Antariksa

Update 29 Jan 2012: penambahan tautan di akhir tulisan

(tulisan ini sebelumnya dimuat di Info LAPAN vol. V no. 2 2009)

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Seperti diberitakan di harian Kompas 14 Februari 2009, sebuah satelit aktif telah ditabrak oleh sampah antariksa sehingga pecah minggu lalu. Kejadian ini menimpa satelit Iridium 33 milik Amerika Serikat yang merupakan salah satu dari 66 satelit penyusun konstelasi satelit komunikasi Iridium yang dioperasikan oleh Iridium Satellite L.L.C. Ini adalah kasus pertama sebuah satelit aktif ditabrak oleh benda antariksa utuh (bukan berupa serpihan).

Kecelakaan yang dialami Iridium 33 terjadi di ketinggian sekitar 788 km di atas Siberia, Rusia pada tanggal 10 Februari 2009 pukul 23:56 WIB. Angkatan Bersenjata Ameriksa Serikat mengatakan bahwa tabrakan ini menghasilkan lebih dari 500 buah serpihan yang dapat teramati dari bumi dan terkonsentrasi ke dalam dua buah awan serpihan. Awan serpihan ini selanjutnya mengancam keberlangsungan misi 65 satelit Iridium yang tersisa beserta satelit-satelit aktif di sekitarnya.

Baca lebih lanjut