Merasakan Gerhana Matahari Total

Abdul Rachman
Peneliti Sains dan Antariksa LAPAN

Gerhana matahari total 9 Maret 2016 tinggal 20 hari lagi. Peristiwa ini sangat langka dan menarik khususnya bagi warga Indonesia karena tidak ada daratan negara lain yang dilintasi jalur totalitasnya selain negeri ini. Oleh karena itu, meski durasi totalitasnya hanya 3 menit (kalah jauh dibanding GMT 11 Juni 1983 yang mencapai lebih dari 5 menit) GMT kali ini menjanjikan sesuatu yang lebih bagi bangsa Indonesia.

Apa sih kira-kira yang kita rasakan jika mengalami gerhana matahari total? Selain adanya berbagai anomali yang dikesani mata dan telinga, tubuh pun akan merasakan cuaca yang lebih dingin akibat penurunan temperatur udara di sekitarnya. Jika dibatasi pada apa yang dikesani mata, saya kira tulisan berjudul The Experience of Totality dalam buku Totality: Eclipses of  the Sun karya Mark Littmann, Ken Willcox, dan Fred Espenak cukup baik mendeskripsikan perasaan ini. Berikut ini terjemahannya yang format pdf-nya dapat diunduh dari website LAPANBaca lebih lanjut

Iklan

Siklus lama puasa Ramadhan

Update 20 Juni 2015: tambahan tautan luar

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

fasting (sumber crossfitdublin.ie)Baru-baru ini seorang teman mem-posting grafik lama (durasi) puasa Ramadhan di beberapa kota di dunia dari lintang selatan hingga utara. Grafik itu menunjukkan bahwa kota Reykjavic di Islandia paling lama puasanya sedang Sydney di Australia paling cepat. Sumber grafik tersebut adalah The Huffington Post (www.huffingtonpost.com) yang mengawali artikelnya dengan kalimat “The holy month of fasting is a challenge for everyone observing Ramadan, but some Muslims have it harder than others.”

Apakah betul demikian? Baca lebih lanjut

Populasi sampah antariksa menjelang puncak siklus 24 Matahari

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

space junk (sumber NASA)Tahun ini dipercaya Matahari akan mencapai puncak aktivitasnya di siklus ke-24. Salah satu efek yang ditimbulkannya adalah meningkatnya jumlah benda jatuh antariksa buatan sehingga dapat memperkecil populasi sampah antariksa.

Meski demikian, dugaan bahwa puncak aktivitas Matahari kali ini akan lebih kecil dibanding puncak siklus 23 dan landainya akhir siklus tersebut ditambah dengan kemungkinan terjadinya serpihan baru karena tubrukan antar benda (dan beberapa alasan lain) menimbulkan pertanyaan seberapa signifikan pengurangan populasi sampah antariksa di tahun 2013 ini. Itu pun jika betul terjadi pengurangan. Baca lebih lanjut

Buku Fenomena Cuaca Antariksa

Update 14 Juni 2015: penambahan tautan untuk mengunduh versi pdf dari website LAPAN

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

cover buku FCAAlhamdulillah, buku Fenomena Cuaca Antariksa edisi revisi berhasil diterbitkan Pusat Sains Antariksa LAPAN akhir tahun lalu. Seperti dikatakan Kepala Pusat Sains Antariksa dalam kata pengantar, buku ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang fenomena cuaca antariksa. Ini penting mengingat seringkali makna fenomena tersebut dikaburkan oleh pemberitaan di media yang terkesan sangat menakutkan.

Di bawah ini saya tampilkan beberapa halaman buku ini yang diikuti dengan Penutup yang saya tulis dalam kapasitas sebagai penyunting buku. Buku ini ditulis oleh Dyah Rahayu Martiningrum, Adi Purwono, Fitri Nuraeni, dan Johan Muhamad. Bagi yang berminat dengan buku ini mungkin bisa menghubungi Pusat Sains Antariksa LAPAN. Adapun versi digitalnya bisa diunduh dari website LAPAN. Baca lebih lanjut

Merenungi Matahari sebagai makhluk Allah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Melanjutkan tulisan saya berjudul Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia, saya mencoba membuat sebuah contoh untuk memperjelas maksudnya.

Mengambil Matahari sebagai contoh tampaknya menarik karena saat ini aktivitasnya semakin meningkat menjelang puncaknya (diperkirakan terjadi di pertengahan tahun depan). Banyak hikmah yang bisa kita gali dengan merenungi keberadaan Matahari (termasuk ledakan energi dan massa yang dihasilkannya) yang populer kita kenal dengan istilah badai Matahari.

Baca lebih lanjut

Mengenal gerhana Bulan dan Matahari

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Menurut perhitungan astronomi, insya Allah pada 10 Desember 2011 nanti akan terjadi gerhana Bulan total yang seluruh fasenya bisa terlihat di negara kita dari Sabang sampai Merauke.

Tahun ini terjadi 6 kali gerhana: 4 gerhana Matahari (semuanya parsial) dan dua gerhana Bulan (semuanya total dan terlihat dari Indonesia). Jumlah sebanyak ini (dengan kombinasi 4:2) adalah peristiwa langka. Diperkirakan hanya akan terjadi 6 kali selama abad 21.

Bagi yang ingin mengetahui cara mudah mengetahui waktu dan kondisi gerhana silakan unduh file PowerPoint Slide Show-nya di sini. Baca terus tulisan ini untuk pengantar tentang gerhana Matahari dan Bulan.  Baca lebih lanjut

Jadwal waktu shalat

Update 3 Feb 2012: penambahan tautan di akhir tulisan

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Awal waktu shalat dalam satu tahun selalu berubah. Untuk wilayah Indonesia, sejak Agustus awal waktu shalat ini  semakin maju (mendekat) dan mencapai puncaknya pada Oktober (asar, maghrib, dan isya) hingga Nopember (dzuhur dan subuh). Contoh untuk Bandung, pada awal Agustus dzuhur dimulai pada 11:59 WIB sedang di awal Nopember nanti dzuhur dimulai pada 11:36 WIB  (maju 23 menit). Mudah-mudahan dengan menyadari ini persiapan kita ke masjid (terutama untuk shalat Jumat) lebih baik lagi.

Bagaimana sih perubahan jadwal shalat dalam setahun?

Baca lebih lanjut

Gerak semu Matahari mengelilingi Bumi

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Jika dilihat dari posisi kita saat ini, tampak jelas bahwa Matahari mengelilingi Bumi. Terbit di timur, terbenam di barat, esoknya terbit lagi di timur. Akan tetapi ilmu pengetahuan modern telah menunjukkan sebaliknya. Bumi lah yang mengelilingi Matahari.

Meski demikian, beberapa orang tetap meyakini Matahari yang mengelilingi Bumi termasuk yang berdalilkan ayat-ayat al-Quran sesuai pemahamannya. Setahu saya al-Qur’an tidak  pernah mengatakan bahwa Matahari mengelilingi Bumi. Al-Qur’an hanya mengatakan bahwa Matahari bergerak, terbit di timur, dan sebagainya seperti yang sehari-hari kita lihat.

Bagaimana sih gerak Matahari mengeliling Bumi yang diistilahkan gerak semu Matahari itu? Baca lebih lanjut

Matahari untuk Penentuan Arah Kiblat

(tulisan ini sebelumnya dimuat, dengan modifikasi, di Harian Republika 27 Mei 2008 dengan judul Tentukanlah Arah Kiblat Hari Ini)

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Di minggu terakhir bulan Mei ini terbuka kesempatan bagi kaum muslimin di wilayah Indonesia Barat dan Tengah untuk mengamati langsung arah kiblat. Ketika itu, mulai tanggal 26 hingga 30 Mei sekitar pukul 16:18 WIB matahari berada tepat di atas Mekkah. Jika kita menghadap ke arah matahari pada waktu itu maka kita menghadap ke arah kiblat. Hal ini mudah dipahami dengan membayangkan ada menara yang sangat tinggi menjulang dari Ka’bah ke langit mencapai matahari. Kesempatan mengamati langsung arah kiblat ini dapat kita manfaatkan untuk memerika apakah arah kiblat yang kita pakai selama ini sudah tepat atau perlu untuk dikoreksi.

Baca lebih lanjut