Merasakan Gerhana Matahari Total

Abdul Rachman
Peneliti Sains dan Antariksa LAPAN

Gerhana matahari total 9 Maret 2016 tinggal 20 hari lagi. Peristiwa ini sangat langka dan menarik khususnya bagi warga Indonesia karena tidak ada daratan negara lain yang dilintasi jalur totalitasnya selain negeri ini. Oleh karena itu, meski durasi totalitasnya hanya 3 menit (kalah jauh dibanding GMT 11 Juni 1983 yang mencapai lebih dari 5 menit) GMT kali ini menjanjikan sesuatu yang lebih bagi bangsa Indonesia.

Apa sih kira-kira yang kita rasakan jika mengalami gerhana matahari total? Selain adanya berbagai anomali yang dikesani mata dan telinga, tubuh pun akan merasakan cuaca yang lebih dingin akibat penurunan temperatur udara di sekitarnya. Jika dibatasi pada apa yang dikesani mata, saya kira tulisan berjudul The Experience of Totality dalam buku Totality: Eclipses of  the Sun karya Mark Littmann, Ken Willcox, dan Fred Espenak cukup baik mendeskripsikan perasaan ini. Berikut ini terjemahannya yang format pdf-nya dapat diunduh dari website LAPANBaca lebih lanjut

Gerhana dan seorang muslim

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011 telah kita alami. Pada khutbahnya di masjid dekat rumah saya Ustadz Sumitra (pengajar di LTQ Jendela Hati) mengingatkan jamaah bahwa menjalankan shalat gerhana juga seharusnya dipandang sebagai salah satu upaya seorang muslim untuk memelihara sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di saat umat Islam sendiri semakin banyak yang meninggalkan sunnah Nabinya, fenomena gerhana yang jarang terjadi harus bisa kita manfaatkan untuk membangkitkan semangat memelihara sunnah tersebut.

Berikut ini tulisanku tentang gerhana dalam kaitannya dengan iman seorang muslim yang pernah dimuat di Harian Republika tanggal 29 Agustus 2007 (dengan modifikasi). Semoga bermanfaat sebagai pengingat.

Baca lebih lanjut

Gerhana dan manusia

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Dari dahulu kala gerhana Matahari (dan Bulan) mempengaruhi kehidupan manusia mulai dari dongeng hingga pelaksanaan ibadah. Gerhana memang tidak hanya bermakna secara astronomi. Melalui gerhana kita juga bisa lebih dalam memahami diri kita sebagai manusia dari segi kebudayaan dan keyakinan. Meningkatnya pengetahuan kita tentang gerhana seharusnya menjadikan kita lebih arif menyikapi fenomena ini.

Tulisan ini berisi catatan kecil saya tentang keterkaitan gerhana dan manusia. Tentu saja masih sangat banyak hal yang bisa ditambahkan.

Baca lebih lanjut

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

Update 10 Des 2011: penambahan tautan tentang sumber informasi lain untuk gerhana kali ini termasuk rencana pengamatan LAPAN

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Insya Allah pada 10 Desember 2011 nanti akan terjadi gerhana Bulan total yang seluruh fasenya bisa disaksikan di Asia dan Autralia (termasuk seluruh wilayah Indonesia). Fase total (seluruh permukaan Bulan berada dalam umbra Bumi) berlangsung selama 51 menit (dibanding gerhana Bulan total Juni lalu durasi total saat ini hanya separuhnya).

Bagaimana kira-kira penampakan gerhana ini?  Baca lebih lanjut

Mengenal gerhana Bulan dan Matahari

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Menurut perhitungan astronomi, insya Allah pada 10 Desember 2011 nanti akan terjadi gerhana Bulan total yang seluruh fasenya bisa terlihat di negara kita dari Sabang sampai Merauke.

Tahun ini terjadi 6 kali gerhana: 4 gerhana Matahari (semuanya parsial) dan dua gerhana Bulan (semuanya total dan terlihat dari Indonesia). Jumlah sebanyak ini (dengan kombinasi 4:2) adalah peristiwa langka. Diperkirakan hanya akan terjadi 6 kali selama abad 21.

Bagi yang ingin mengetahui cara mudah mengetahui waktu dan kondisi gerhana silakan unduh file PowerPoint Slide Show-nya di sini. Baca terus tulisan ini untuk pengantar tentang gerhana Matahari dan Bulan.  Baca lebih lanjut