Satu lagi satelit akan jatuh

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Di akhir bulan ini diperkirakan sebuah satelit akan menyusul satelit UARS yang  jatuh pada Sabtu 24 September 2011. Satelit ini bernama ROSAT milik Jerman yang diluncurkan memakai roket Delta II milik Amerika Serikat pada 1 Juni 1990. Misi utama ROSAT (Roentgensatellit) adalah sebagai observatorium sinar-X karena itu komponen utamanya adalah sebuah teleskop sinar-X yang mampu mengamati radiasi soft-X ray (0.1 – 2.4 keV) dari berbagai sumber di alam semesta ini.

Dibanding UARS, ukuran ROSAT memang lebih kecil dan lebih ringan (2,4 ton berbanding 5,6 ton). Akan tetapi, karena teleskop sinar-X nya didesain tahan panas (agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik) akibatnya diperkirakan teleskop ini tidak habis terbakar di atmosfer ketika ROSAT jatuh ke Bumi dan menerjang bagian atmosfer yang relatif padat. Ini menyebabkan resiko adanya korban jiwa akibat ROSAT lebih tinggi yakni 1:2000 (berbanding 1:3200 pada UARS). Artinya, jika satelit semacam ROSAT ini jatuh sebanyak 2000 kali maka (berdasarkan perkiraan) akan ada 1 orang yang tertimpa serpihannya.

Bagaimana sejarah orbit satelit ini? Baca lebih lanjut

Iklan