Pemantauan benda jatuh antariksa

Update 14 Agustus 2013: penambahan tautan baru di akhir tulisan

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

(tulisan ini sebelumnya dimuat, dengan modifikasi, di Buletin Cuaca Antariksa Vol 2/No.2 Apr-Jun 2013)

spacecraft-re-entry-4Benda jatuh antariksa bisa dikategorikan ke dalam dua jenis: alami dan buatan. Benda jatuh alami disebut meteoroid. Meteoroid bisa berupa asteroid atau pecahannya atau debu-debu dari komet yang melintas dekat Matahari. Jika meteoroid jatuh dalam jumlah banyak maka terjadilah hujan meteor. Meteoroid yang sampai ke permukaan Bumi karena tidak habis terbakar di atmosfer disebut meteorit. Adapun benda jatuh buatan bisa berupa satelit, bekas roket, atau pecahan satelit atau roket. Baca lebih lanjut

Buku Fenomena Cuaca Antariksa

Update 14 Juni 2015: penambahan tautan untuk mengunduh versi pdf dari website LAPAN

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

cover buku FCAAlhamdulillah, buku Fenomena Cuaca Antariksa edisi revisi berhasil diterbitkan Pusat Sains Antariksa LAPAN akhir tahun lalu. Seperti dikatakan Kepala Pusat Sains Antariksa dalam kata pengantar, buku ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang fenomena cuaca antariksa. Ini penting mengingat seringkali makna fenomena tersebut dikaburkan oleh pemberitaan di media yang terkesan sangat menakutkan.

Di bawah ini saya tampilkan beberapa halaman buku ini yang diikuti dengan Penutup yang saya tulis dalam kapasitas sebagai penyunting buku. Buku ini ditulis oleh Dyah Rahayu Martiningrum, Adi Purwono, Fitri Nuraeni, dan Johan Muhamad. Bagi yang berminat dengan buku ini mungkin bisa menghubungi Pusat Sains Antariksa LAPAN. Adapun versi digitalnya bisa diunduh dari website LAPAN. Baca lebih lanjut

Anomali satelit

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Ilustrasi satelit (sumbe Spaceflightnow.com)

Dewasa ini dan di masa depan satelit akan semakin dibutuhkan. Baik itu untuk komunikasi, pendidikan, penelitian, militer, dan lain-lain. Namun, aktivitas Matahari dapat mengakibatkan gangguan bahkan kerusakan pada satelit. Tahun ini Matahari diperkirakan berada pada puncak aktivitasnya di siklusnya yang ke-24. Bagaimana kaitan aktivitas Matahari dengan gangguan pada satelit tersebut?

Tulisan di bawah ini adalah tulisanku yang sebelumnya dimuat, dengan modifikasi, di Buletin Cuaca Antariksa Vol. 2/No. 1, Jan-Mar 2013. Baca lebih lanjut

Faktor penting dalam pengamatan hujan meteor

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Sejak tanggal 16 hingga 25 April, Bumi memasuki kumpulan debu yang ditinggalkan oleh komet Thatcher. Kumpulan debu ini kemudian terbakar di atmosfer dan menimbulkan hujan meteor Lyrids. Puncaknya adalah sekitar malam ini hingga besok malam. Kondisi langit tanpa bulan saat ini memberikan momen yang pas untuk pengamatan visual.

Menyaksikan  langsung hujan meteor adalah pengalaman yang sangat berkesan. Jika kita beruntung, pada satu malam kita bisa melihat puluhan bahkan ratusan meteor di langit. Selain langit tanpa awan, faktor apa lagi sih yang memungkinkan kita melihat meteor dalam jumlah banyak?   Baca lebih lanjut

Ujian terberat dan nasihat terbaik

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Alhamdulillah, pada 8 hingga 12 Maret lalu saya dan keluarga berkesempatan ke Makassar. Bagi saya perjalanan kali ini cukup penting karena ini pertama kalinya istri dan anak saya ziarah ke kuburan ayah saya sejak beliau meninggal karena sakit 1 Nopember tahun lalu.

Di Makassar, kakak lelaki saya memperdengarkan sebuah ceramah tentang kematian yang saya kira penting untuk selalu kita ingat intinya. Pada tulisan ini saya ingin berbagi sebagian isi ceramah tersebut. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Baca lebih lanjut

Merenungi Matahari sebagai makhluk Allah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Melanjutkan tulisan saya berjudul Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia, saya mencoba membuat sebuah contoh untuk memperjelas maksudnya.

Mengambil Matahari sebagai contoh tampaknya menarik karena saat ini aktivitasnya semakin meningkat menjelang puncaknya (diperkirakan terjadi di pertengahan tahun depan). Banyak hikmah yang bisa kita gali dengan merenungi keberadaan Matahari (termasuk ledakan energi dan massa yang dihasilkannya) yang populer kita kenal dengan istilah badai Matahari.

Baca lebih lanjut

Catatan perjalanan: Wina, Feb 2012

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Pengalamanku seminggu di Wina Austria sejak 6 hingga 11 Februari 2012 cukup berkesan. Meski cuaca yang sangat dingin menjadi kendala untuk melihat-lihat keindahan kota di sela-sela jadwal kegiatan yang padat (termasuk mengunjungi Istana Belvedere yang tampak di samping ini).

Tulisan ini kumaksudkan sebagai catatan kecil tentang perjalananku ke kota yang dikatakan sangat indah ini (saya kira khususnya di musim panas). Semoga ada manfaatnya bagi teman-teman yang berencana akan ke Wina minimal menambah wawasan kita.

Baca lebih lanjut

Beban dalam Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Seringkali dalam hidup ini kita dibebani dengan berbagai kewajiban. Peran kita sebagai suami/istri, warga masyarakat, atasan/bawahan di perusahaan menuntut kita untuk mampu melaksanakan hal-hal tertentu yang sesuai dengan tingkatan kita dalam peran tersebut. Sesuai dengan kapasitas kita dan dukungan lingkungan, beban itu bisa jadi terasa ringan atau berat.

Agar lebih bijak menyikapi persoalan beban ini kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Jika kita menemukan orang lain yang mampu bertahan atas beban berat yang diembannya (sehingga akhirnya memberikan hasil yang sangat memuaskan) itu bisa menjadi inspirasi yang sangat baik bagi kita. Mari kita lihat pengalaman Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dan analisis ulama terhadap pengalaman tersebut.  Baca lebih lanjut

Ide penyatuan waktu Indonesia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Wacana penyatuan waktu Indonesia (dari 3 zona waktu menjadi 1) semakin ramai dibicarakan. Ide ini kabarnya mulai dilontarkan sejak beberapa tahun lalu. Terakhir kali oleh Pak Hatta Rajasa yang seperti kita baca di media katanya bisa menghasilkan keuntungan hingga trilyunan rupiah bagi Indonesia.

Tampaknya hampir semua orang mengakui bahwa dengan satu waktu, Indonesia akan sangat diuntungkan secara ekonomi di samping keuntungan lain dari sisi administrasi. Namun jika ditinjau dari segi yang lain (yang jarang diangkat) nampaknya pemerintah perlu lebih berhati-hati sebelum memutuskan. Kenapa?  Baca lebih lanjut

Sampah antariksa di sidang PBB

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Sidang ke-49 Subkomite Ilmiah dan Teknik (STSC) Komite PBB tentang Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai (UNCOPUOS) telah berakhir pada 17 Februari lalu. Masalah sampah antariksa (space debris) dibahas secara khusus pada tanggal 8, 9, dan 10 Februari (tiap hari sidang terdiri dari dua sesi: pagi dan sore). Semua presentasi teknis bisa diunduh di website STSC-UNCOPUOS 2012.

Sayang sekali materi tentang aktivitas mitigasi sampah antariksa di Indonesia belum sempat disampaikan pada sidang kali ini. Semoga materi ini tampil nanti manakala kontribusi kita sebagai bangsa terkait sampah antariksa sudah lebih baik lagi. Untuk  itu dibutuhkan visi dan kesungguhan mencapai visi tersebut.

Baca lebih lanjut