Siklus lama puasa Ramadhan

Update 20 Juni 2015: tambahan tautan luar

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

fasting (sumber crossfitdublin.ie)Baru-baru ini seorang teman mem-posting grafik lama (durasi) puasa Ramadhan di beberapa kota di dunia dari lintang selatan hingga utara. Grafik itu menunjukkan bahwa kota Reykjavic di Islandia paling lama puasanya sedang Sydney di Australia paling cepat. Sumber grafik tersebut adalah The Huffington Post (www.huffingtonpost.com) yang mengawali artikelnya dengan kalimat “The holy month of fasting is a challenge for everyone observing Ramadan, but some Muslims have it harder than others.”

Apakah betul demikian? Baca lebih lanjut

Iklan

Cahaya sebagai Petunjuk

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

sumber: www.hdwallpaperpc.comTahukah Anda bahwa Majelis Umum PBB telah mencanangkan tahun 2015 ini sebagai tahun cahaya (International Year of Light, IYL)? Ini berarti PBB menyadari pentingnya membangkitkan kesadaran dunia internasional (global awareness) tentang bagaimana teknologi yang menggunakan cahaya mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan menyediakan solusi atas berbagai permasalahan di bidang energi, pendidikan, pertanian, dan kesehatan.

Secara resmi, ada empat tema IYL tahun ini yaitu: science of light, light technology, light in nature, dan light and culture. Tulisan ini mengangkat tema lain yakni light and religion (dalam hal ini Islam) yang saya ajukan untuk dimuat di buku Tafsir Ilmi: Cahaya terbitan Kementerian Agama.  Baca lebih lanjut

Buku Fenomena Cuaca Antariksa

Update 14 Juni 2015: penambahan tautan untuk mengunduh versi pdf dari website LAPAN

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

cover buku FCAAlhamdulillah, buku Fenomena Cuaca Antariksa edisi revisi berhasil diterbitkan Pusat Sains Antariksa LAPAN akhir tahun lalu. Seperti dikatakan Kepala Pusat Sains Antariksa dalam kata pengantar, buku ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang fenomena cuaca antariksa. Ini penting mengingat seringkali makna fenomena tersebut dikaburkan oleh pemberitaan di media yang terkesan sangat menakutkan.

Di bawah ini saya tampilkan beberapa halaman buku ini yang diikuti dengan Penutup yang saya tulis dalam kapasitas sebagai penyunting buku. Buku ini ditulis oleh Dyah Rahayu Martiningrum, Adi Purwono, Fitri Nuraeni, dan Johan Muhamad. Bagi yang berminat dengan buku ini mungkin bisa menghubungi Pusat Sains Antariksa LAPAN. Adapun versi digitalnya bisa diunduh dari website LAPAN. Baca lebih lanjut

Ujian terberat dan nasihat terbaik

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Alhamdulillah, pada 8 hingga 12 Maret lalu saya dan keluarga berkesempatan ke Makassar. Bagi saya perjalanan kali ini cukup penting karena ini pertama kalinya istri dan anak saya ziarah ke kuburan ayah saya sejak beliau meninggal karena sakit 1 Nopember tahun lalu.

Di Makassar, kakak lelaki saya memperdengarkan sebuah ceramah tentang kematian yang saya kira penting untuk selalu kita ingat intinya. Pada tulisan ini saya ingin berbagi sebagian isi ceramah tersebut. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Baca lebih lanjut

Merenungi Matahari sebagai makhluk Allah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Melanjutkan tulisan saya berjudul Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia, saya mencoba membuat sebuah contoh untuk memperjelas maksudnya.

Mengambil Matahari sebagai contoh tampaknya menarik karena saat ini aktivitasnya semakin meningkat menjelang puncaknya (diperkirakan terjadi di pertengahan tahun depan). Banyak hikmah yang bisa kita gali dengan merenungi keberadaan Matahari (termasuk ledakan energi dan massa yang dihasilkannya) yang populer kita kenal dengan istilah badai Matahari.

Baca lebih lanjut

Beban dalam Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Seringkali dalam hidup ini kita dibebani dengan berbagai kewajiban. Peran kita sebagai suami/istri, warga masyarakat, atasan/bawahan di perusahaan menuntut kita untuk mampu melaksanakan hal-hal tertentu yang sesuai dengan tingkatan kita dalam peran tersebut. Sesuai dengan kapasitas kita dan dukungan lingkungan, beban itu bisa jadi terasa ringan atau berat.

Agar lebih bijak menyikapi persoalan beban ini kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Jika kita menemukan orang lain yang mampu bertahan atas beban berat yang diembannya (sehingga akhirnya memberikan hasil yang sangat memuaskan) itu bisa menjadi inspirasi yang sangat baik bagi kita. Mari kita lihat pengalaman Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dan analisis ulama terhadap pengalaman tersebut.  Baca lebih lanjut

Ide penyatuan waktu Indonesia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Wacana penyatuan waktu Indonesia (dari 3 zona waktu menjadi 1) semakin ramai dibicarakan. Ide ini kabarnya mulai dilontarkan sejak beberapa tahun lalu. Terakhir kali oleh Pak Hatta Rajasa yang seperti kita baca di media katanya bisa menghasilkan keuntungan hingga trilyunan rupiah bagi Indonesia.

Tampaknya hampir semua orang mengakui bahwa dengan satu waktu, Indonesia akan sangat diuntungkan secara ekonomi di samping keuntungan lain dari sisi administrasi. Namun jika ditinjau dari segi yang lain (yang jarang diangkat) nampaknya pemerintah perlu lebih berhati-hati sebelum memutuskan. Kenapa?  Baca lebih lanjut

29 Februari dan kalender Hijriah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Hari ini tanggal 29 Februari 2012 dalam kalender Masehi. Apa yang menarik dari tanggal ini? Mungkin beragam jawabannya namun yang jelas tanggal ini terakhir kita temui 4 tahun lalu dan baru akan kita temui lagi 4 tahun mendatang. Kendati demikian, orang yang lahir tanggal 29 Februari tidak harus berulang tahun 4 tahun sekali. Secara resmi, mereka bisa berulang tahun pada 28 Februari atau 1 Maret tergantung negaranya. Berdasarkan info di Wikipedia, orang terkenal yang lahir dan wafat pada tanggal 29 Februari adalah Sir James Milne Wilson yang pernah menjabat sebagai Premier of Tasmania.

Kenapa dunia memerlukan tanggal ini dan bagaimana mengetahui kapan ia muncul? Baca lebih lanjut

Persaudaraan Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Satoshi Kanazawa seorang evolutionary psychologist pernah membuat tulisan berjudul What’s Wrong with Muslims? di website Psychology Today yang dipublikasikan pada 10 Januari 2010. Dalam tulisannya ia berkata, “Being a Muslim in today’s world is unlike being anything else.  It’s an all-encompassing, all-consuming identity.”

Mengapa demikian?

Baca lebih lanjut

Fenomena antariksa: bagaimana menyikapinya?

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Bagi yang rajin mengikuti perkembangan berita di Indonesia baik itu lewat TV maupun internet, akan menyadari bahwa belakangan ini seringkali beredar berita-berita heboh terkait dengan “fenomena alam semesta”.  Mulai langit terbelah hingga satelit dan meteor jatuh (ini yang paling sering).

Sepertinya berita-berita ini banyak bermunculan setelah isu kiamat 2012 dihembuskan oleh beberapa orang/pihak di negeri ini. Karena isu ini dikaitkan dengan keantariksaan seperti aktivitas Matahari dan benda jatuh antariksa maka LAPAN sebagai lembaga resmi yang menangani keantariksaan di Indonesia sering diminta oleh berbagai pihak untuk memberi penjelasan. Ini tantangan bagi LAPAN untuk mampu menjelaskan kepada masyarakat sekaligus peluang agar lebih dikenal.

(catatan: sebagian besar isi tulisan ini diambil dari tulisan sebelumnya berjudul “Menyongsong tahun baru 2012”)

Baca lebih lanjut