Catatan perjalanan: Wina, Feb 2014

Abdul Rachman
Peneliti Sains Antariksa LAPAN

Sebentar lagi Subkomite Ilmiah dan Teknik (Scientific and Technical Subcommittee, STSC) PBB kembali akan bersidang.  Ini adalah Sidang yang ke-53 yang akan digelar pada 15-26 Februari nanti di Wina, Austria. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Pusat Sains Antariksa LAPAN kembali akan mengirimkan wakilnya sebagai anggota delegasi RI. Saya sendiri telah dua kali mendapat tugas ini pada sidang ke-49 (tahun 2012) dan sidang ke-51 (tahun 2014).

Pada tulisan ini, saya ingin berbagi catatan perjalanan dalam rangka mengikuti sidang STSC ke-51 dua tahun lalu. Ya, memang sudah telah lewat dua tahun tapi semoga saja masih ada manfaatnya. Adapun catatan tentang jalannya sidang (khususnya materi-materi yang disampaikan oleh para presenter) bisa dibaca pada tulisan saya yang lain. O iya, bagi yang belum tahu, STSC adalah salah satu subkomite di bawah Komite tentang Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai (UNCOPUOS) selain subkomite hukum (Legal Subcommittee).

Pesawat Emirates mengantar saya dari Jakarta tanggal 9 Februari pukul 07:45 WIB. Total waktu yang dibutuhkan hingga mendarat di Wina adalah 19 jam: 8.5 jam dari Jakarta ke Dubai, transit 4 jam di Dubai (sambil ganti pesawat), dan 6.5 jam dari Dubai ke Wina. Dibanding pada tahun 2012, waktu ini lebih lama sejam. Saat tiba di Wina waktu menunjukkan pukul 20:35 waktu lokal pada tanggal yang sama dengan tanggal keberangkatan. Selanjutnya, bersama Pak Martin (dari Pusat Kajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN) dan Pak Chris (dari Sekretariat Utama LAPAN) kami dijemput Pak Dino dari Kedubes RI di Wina di bandara dan diantar ke Hotel Ibis Budget yang berada sekitar 1,5 km di barat daya Gedung VIC (Vienna International Centre) tempat diselenggarakannya sidang STSC.

Saya bertugas di minggu pertama sidang tanggal 10 hingga 14 Februari. Dalam kurun waktu itu hampir seluruh aktivitas saya tersita untuk tugas yang cukup berat karena mengurusi tiga mata acara: space debris (sampah antariksa), space weather (cuaca antariksa), dan Near Earth Objects (NEO). Khusus untuk mata acara space debris, saya ditugasi untuk memberikan presentasi teknis berjudul Space debris mitigation activities in Indonesia yang materinya bisa diunduh dari website UNOOSA. Setiap hari sidang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 18.00. Selesai sidang dan setiba di hotel, kebanyakan waktu dihabiskan untuk istirahat sambil sesekali diskusi dengan teman-teman membahas sidang tadi siang dan persiapan sidang besok.

Berbeda dengan Wina yang saya kunjungi pada Februari 2012, cuaca Wina saat ini tidak se-ekstrim saat itu. Tidak terlihat ada bagian sungai Danube yang membeku dan karenanya tidak ada orang yang bermain ski di situ. Beberapa kapal terlihat berlabuh di tepi sungai itu. Ini berarti pagi hari sebelum berangkat sidang cocok dimanfaatkan untuk jalan-jalan mengitari kota. Sayang sekali hanya dua pagi yang bisa saya manfaatkan karena kesibukan mempersiapkan presentasi dan pagi hari kadang hujan. Sangat menyenangkan melihat sungai kota yang bersih. Di tengah hari saat istirahat sidang, beberapa kali saya dan teman-teman anggota delegasi RI berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan (mall) Donauzentrum. Mudah sekali mencapai mall ini jika memakai kereta api dari gedung VIC. Jaraknya cuma 1,7 km di timur laut gedung VIC.

Hari terakhir di Wina Sabtu 15 Februari baru tersedia cukup waktu untuk refreshing. Alhamdulillah, bisa jalan-jalan ke beberapa tempat diantar kawan lama saya Pak Acha (Andi Junirsah) yang bekerja di IAEA (International Atomic Energy Agency) yang juga berkantor di VIC. Kami pertama kali bertemu saat saya mengikuti Sidang STSC tahun 2012. Bersama beliau saya mengunjungi Vienna Islamic Center yang mulai dibangun pada tahun 1968 dan dibuka pada tahun 1979. Kami juga berkunjung ke masjid Indonesia pertama di Wina yakni Masjid as-Salam Wapena. Ini kali kedua saya ke masjid tersebut yang sejak saya datang pada tahun 2012 sudah diketuai oleh Pak Acha. Menjelang sore, kami makan durum di kedai Turki bernama Lamm. Durumnya sangat enak terlebih karena ditraktir.

Setelah makan, kami ke apartemen Pak Acha (yang saya kira cukup dekat dari hotel Ibis yang saya tempati sebelumnya). Alhamdulillah, saya akhirnya bertemu dengan keluarga Pak Acha. Bahagia sekali melihat dan berkenalan dengan istri dan kedua anak beliau. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati keluarga ini, membahagiakan mereka di dunia dan akhirat. Dalam perjalanan ke apartemen tersebut, sempat terlihat menara Spittelau waste incineration plant yang merupakan tempat pembakaran sampah yang juga menjadi objek wisata. Ya, Wina telah berhasil menggabungkan topik sampah, energi, dan seni dalam cara yang sangat menarik. Wajar jika kota berpenduduk 1,8 juta jiwa ini termasuk salah satu kota di dunia yang dianggap berprestasi tinggi dalam berbagai segi.

Spittelau waste incineration plant

Spittelau waste incineration plant (sumber: http://www.wien.info)

Sabtu malam 15 Februari, tiba waktunya untuk pulang ke Indonesia. Kembali memakai pesawat Emirates, total waktu yang dihabiskan 17,5 jam: 5,5 jam dari Wina ke Dubai, transit 4 jam di Dubai (sambil ganti pesawat), dan 8 jam dari Dubai ke Jakarta. Pesawat berangkat pukul 22:05 waktu Wina dan tiba di Jakarta pada 16 Februari pukul 21:55 WIB. Semoga lain kali bisa ke Wina lagi dalam waktu yang lebih lapang dan di musim panas.

Berikut ini beberapa catatan berupa foto. Klik gambar untuk diperbesar.

Artikel lain yang terkait

Catatan perjalanan: Wina, Feb 2012

Sampah antariksa di sidang PBB

Space debris, Space weather, dan Near Earth Objects di Sidang PBB

Tautan luar

Website STSC 2014

Info tentang Wina

Artikel tentang Wina di Wikipedia

Iklan

One comment on “Catatan perjalanan: Wina, Feb 2014

  1. Ping-balik: Catatan perjalanan: Wina, Feb 2012 | Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s