Space Weather Workshop 2013 di Boulder, Colorado

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

SWW 2013Alhamdulillah, rencana mengikuti Space Weather Workshop di Boulder, Colorado tercapai juga bulan lalu. Rencana mengikuti workshop yang diadakan setahun sekali ini sebelumnya gagal karena keterlambatan keluarnya visa US tahun lalu. Seluruh biaya ditanggung oleh UCAR kecuali tiket pesawat oleh LAPAN.

Saya kira workshop di Boulder ini adalah workshop cuaca antariksa terbesar di dunia saat ini dan terlengkap topik pembahasannya. Banyak negara yang menyelenggarakan workshop semacam ini termasuk Indonesia (terakhir kali pada akhir Maret lalu).

Tulisan berikut ini (dengan beberapa modifikasi) adalah bagian dari laporan yang saya sampaikan ke LAPAN (karena dibiayai oleh LAPAN maka info tentang penerbangan diberikan agak rinci). Semoga bermanfaat terutama bagi teman-teman yang berniat mengikuti workshop ini juga.

Pengantar

Space Weather Workshop di Boulder, Colorado, USA  adalah konferensi tahunan yang mengumpulkan kalangan industri, akademisi, dan pemerintah untuk berdialog tentang cuaca antariksa. Workshop ini terselenggara berkat kerjasama NOAA, NASA, UCAR, dan Utah State University. Workshop ini dimulai pada 1996 sebagai sebuah pertemuan untuk komunitas cuaca antariksa yang kemudian berkembang menjadi pertemuan yang paling terdepan di Amerika Serikat dalam membahas segala isu terkait cuaca antariksa termasuk komunikasi, navigasi, operasional satelit, penerbangan, dan pembangkit tenaga listrik.

Terdaftar lebih dari 230 peserta workshop kali ini dengan 64% peserta dari Amerika Serikat. Hanya ada 2 peserta yang terdaftar dari Indonesia. Namun, Sofyan Sahar Abbas, Manajer Pengendalian Satelit PT. Telkom berhalangan untuk hadir.

Maksud pelaksana mengikuti workshop ini adalah menampilkan perkembangan studi anomali satelit dan cuaca antariksa di Indonesia (termasuk hasil tesis masternya yang mengaitkan CME dan CIR dengan anomali satelit GSO) di samping mencari peluang kerjasama Lapan dengan peserta lain dan peluang untuk melanjutkan S3 di Amerika atau Eropa.

Tempat dan waktu pelaksanaan

Workshop diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Millennium, Boulder, Colorado yang beralamat di 1345 28th Street Boulder, CO 80302. Tlp 303-443-3850. Waktu pelaksanaan 16 hingga 19 April 2013 mulai pukul 08.30 hingga sekitar 17.00 kecuali hari terakhir hingga 12.15. Hotel Millennium terletak di timur Naropa University dan di utara University of Colorado Boulder seperti terlihat pada peta berikut ini.

Peta Hotel Millennium, Boulder, Colorado. Lokasi hotel ditunjukkan oleh panah.

Peta Hotel Millennium, Boulder, Colorado. Lokasi hotel ditunjukkan oleh tanda panah.

Transportasi

Penerbangan internasional dari Indonesia ke Amerika Serikat memakai Cathay Pasific sedang penerbangan lokal Amerika Serikat memakai United Airlines. Rute dan jadwal penerbangan (termasuk lama penerbangan dan transit) ditunjukkan oleh tabel berikut ini. Dari Denver International Airport (DIA) ke Hotel Millennium dan sebaliknya bisa memakai van SuperShuttle (http://www.supershuttle.com/) dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.

penerbangan ke Boulder

Rincian kegiatan

Workshop tahun ini membahas secara khusus dampak ekonomi akibat badai geomagnet pada pembangkit tenaga listrik, penerbangan komersial, dan sistem navigasi satelit seperti GPS. Dibahas pula tentang koordinasi internasional untuk mengoptimalkan kegiatan-kegiatan seputar cuaca antariksa yang dilakukan oleh berbagai organisasi yang menanganinya di seluruh dunia. Dibahas pula perkembangan space weather modeling dan meningkatnya kebutuhan atas adanya komunitas yang mampu memprediksi cuaca antariksa dan dampaknya yang hasilnya telah dapat dimanfaatkan (operational and forcasting community). Dibahas pula perkembangan dan implementasi satelit dan instrumen yang berguna bagi riset dan operasional terkait cuaca antariksa. Turut dibahas pula tentang riset terbaru tentang siklus Matahari.

Di samping sesi presentasi, ada juga sesi poster dan roundtable discussion tentang bagaimana mengembangkan the space weather enterprise. Selain itu, ada kunjungan ke NOAA Space Weather Prediction Center yang beralamat di 325 Broadway, Boulder CO 80305 pada Selasa dan Rabu siang. Reception dinner diadakan di UCAR Center Green Campus, Bldg. 1 pada Rabu malam. Pada workshop kali ini, pelaksana menampilkan poster berjudul The Study of the Relationship between Space Weather and Satellite Anomalies in Indonesia yang ditulis bersama Neflia (Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN) dan Dr. Dhani Herdiwijaya (Prodi Astronomi ITB).

Selengkapnya tentang workshop ini termasuk seluruh abstrak presentasi dan poster bisa dilihat di http://www.swpc.noaa.gov/sww/index.html. Workshop-workshop sebelumnya termasuk materi-materi presentasinya bisa diakses juga dari halaman tadi (melalui link http://www.swpc.noaa.gov/sww/prev_swwconferences.html). Materi-materi presentasi SWW 2013 bisa diakses di http://www.swpc.noaa.gov/sww/schedule_w_presentations13.html.

Selasa, 16 April

Materi hari ini adalah presentasi Brent Gordon sebagai Acting Director NOAA SWPC berjudul State of the Space Weather Prediction Center, 8 presentasi (yang diikuti dengan diskusi panel) pada sesi bertema Geomagnetically Induced Currents and the Electric Power Grid, sesi poster dengan tema Solar and Interplanetary Research and Applications, dan 6 presentasi pada sesi bertema Recent Developments in Satellite Observations and Impacts.

Materi presentasi Brent Gordon, NOAA SWPC

Agenda presentasi Brent Gordon, NOAA SWPC

Catatan:

  • Jumlah konsumen layanan NOAA SWPC terus meningkat seiring meningkatnya aktivitas Matahari siklus ke-24. Konsumen mencakup All major airlines, Drilling and oil exploration, Most satellite companies, Transportation sector, Emergency Responders.
  • SWPC tahun ini mengalami pembatasan anggaran seperti halnya pusat-pusat lain di bawah NOAA dan NWS.
  • SWPC website sedang mengalami major update dengan versi akhir tersedia untuk public review pada akhir Summer 2013.
  • SWPC membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan instansi lain untuk menyediakan “the right information…in the right format at the right time…to the right people…to make the right decisions!”
  • Dua poster yang terkait erat dengan riset pelaksana tentang partikel energetik, cuaca antariksa dan dampaknya pada teknologi di luar angkasa adalah poster Tsutomu Nagatsuma (NICT Jepang) berjudul Operational Relativistic Electron Flux Forecast at GEO Satellite dan Jaejin Lee (KASI Korea Selatan) berjudul RBSP (Van Allen Probes) real-time data receiving system and space weather application. Pelaksana akan mencoba mempelajari kemungkinan memasang sistem serupa yang dimiliki KASI untuk menerima data RBSP di Indonesia dan mempelajari model yang dikembangkan oleh NICT. Layanan hasil model yang dikembangkan NICT bisa dilihat di http://seg-web.nict.go.jp/radi/en/
Cuplikan dari poster Jaejin Lee (KASI)

Cuplikan dari poster Jaejin Lee (KASI)

SWW 2013 slide16

Cuplikan dari poster Jaejin Lee (KASI)

Suasana di salah satu dari 2 ruang poster. Poster pelaksana di ujung kanan gambar. Catatan: foto panorama.

Suasana di salah satu dari 2 ruang poster. Poster pelaksana di ujung kanan gambar. Catatan: foto panorama.

Rabu, 17 April

Materi hari ini adalah 3 presentasi pada roundtable session bertema Growing the Space Weather Enterprise, 6 presentasi pada sesi bertema Agency Activities, sesi poster dengan tema Operational and Magnetospheric Research and Applications, diskusi panel dengan tema umum Operations to Research dan 3 tema khusus: Radiation Environment Services: Research Needed to Fill Operational Gaps, Geomagnetic Services: Research Needed to Fill Operational Gaps, dan Global Navigation Satellite System (GNSS) Services: Research Needed to Fill Operational Gaps, reception dinner di UCAR Center Green Campus dengan guest speaker Mr. Josh Hopkins, Space Exploration Architect, Lockheed Martin Space Systems, dengan judul Future Human Space Exploration and the Role of Space Weather.

Berikut ini beberapa slide dari presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc berjudul Growing the Space Weather Enterprise: Public – Private Partnering yang ditampilkan pada roundtable session.

Materi presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc

Agenda presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc

SWW 2013 slide4

Salah satu slide presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc

Salah satu slide presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc

Salah satu slide presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc

Salah satu slide presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc

Salah satu slide presentasi Conrad C Lautenbacher Jr, CEO, GeoOptics, Inc

Catatan:

  • Defisit yang dialami pemerintah USA dan Entitlement Spending membatasi dukungan pemerintah USA terhadap space weather activities di sana.
  • USA telah memiliki ACSWA (www.acswa.us) sebagai asosiasi komersil untuk cuaca antariksa yang berdiri sejak 2010. Tentang berdirinya ACSWA bisa dibaca di lampiran berjudul New Group to Represent the Commercial Sector.
  • A major solar event could be catastrophic, but the lack of solar max “activity” limits space weather public visibility.
  • Karena kondisi kurang fit, pelaksana tidak sepenuhnya mengikuti sesi Operations to Research dan tidak menghadiri reception dinner di UCAR. Cuaca yang masih sangat dingin (berbeda dengan di Indonesia) nampaknya menjadi penyebab.

Kamis, 18 April

Materi hari ini adalah 11 presentasi dari berbagai International Warning Centers (3 diantaranya dari Cina) dan 1 presentasi dari WMO (yang diikuti dengan diskusi dengan hadirin) pada sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events, 3 presentasi pada sesi bertema International Space Weather Activities, sesi poster bertema Ionospheric/Thermosphere Research and Applications, 2 presentasi pada sesi bertema Using Space Weather Information for Aviation, 6 presentasi pada sesi bertema Ionospheric Storms: Observations and Modeling.

Berikut ini isu-isu untuk dibahas dan pertanyaan-pertanyaan untuk bahan diskusi yang ditawarkan oleh moderator pada sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events.

Isu pada sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events

Isu pada sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events

Pertanyaan pada sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events

Pertanyaan pada sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events

Catatan:

  • Pelaksana mengunjungi NOAA SWPC sejak pukul 13:00 hingga 14:30. SWPC hanya berjarak sekitar 2 km dari Hotel Millennium ke arah selatan. Selain melihat fasilitas kamar prediksi yang memakai model, diantaranya, WSA-Enlil, rombongan juga disajikan Science on a Sphere (http://sos.noaa.gov/What_is_SOS/index.html).
NOAA David Skaggs Research Center yang ditempati oleh SWPC.

NOAA David Skaggs Research Center yang ditempati oleh SWPC.

Di depan ruang kontrol SWPC dengan staf penerima tamu yang sedang menjelaskan pekerjaan mereka kepada pengunjung. Catatan: foto panorama.

Di depan ruang kontrol SWPC dengan staf penerima tamu yang sedang menjelaskan pekerjaan mereka kepada pengunjung. Catatan: foto panorama.

  • Sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events sangat menarik. Moderator sejak awal sudah mengingatkan bahwa kegiatan ini adalah awal diskusi panjang di masa depan sehingga tidak ditargetkan untuk menemukan solusi. Menurut pelaksana, setidaknya ada 2 ide yang menonjol: 1) mendahulukan disepakatinya definisi cuaca antariksa ekstrem; 2) mendahulukan penyebaran informasi (komunikasi) termasuk memakai social media.
  • Dalam sesi International Communication and Coordination Related to Extreme Space Weather Events, ada beberapa pertanyaan dalam diri pelaksana sendiri: 1) Permasalahan ini sebenarnya analogi dengan masalah apa (yang mungkin sudah terpecahkan)? 2) Bagaimana Indonesia mendefinisikan cuaca antariksa ekstrem? 3) Bagaimana Indonesia menangani cuaca antariksa ekstrem? 4) Bagaimana masyarakat Indonesia memahami cuaca antariksa ekstrem? 5) Siapa yang menjadi Indonesian Space Weather Center? Apakah Pusat Sains Antariksa LAPAN?

Jumat, 19 April

Materi hari ini adalah 6 presentasi pada sesi bertema Space Weather Modeling, 3 pada sesi Human Exposure on Aviation and Space Flight, dan sebuah presentasi pada sesi Solar Cycle. Pada hari terakhir ini peserta sudah terlihat berkurang. Memang sebagian peserta hanya mengikuti workshop sesuai bidang yang diminatinya (tidak penuh 4 hari).

Suasana workshop hari terakhir. Catatan: gambar tidak sempurna. Seharusnya ada 2 layar di depan (kiri dan kanan). Foto panorama.

Suasana workshop hari terakhir. Catatan: gambar tidak sempurna. Seharusnya ada 2 layar di depan (kiri dan kanan). Foto panorama.

Berikut ini beberapa slide dari presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC berjudul Where is Solar Cycle 24? Did it Happen Already? Is There More to Come?

Materi presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Agenda presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

SWW 2013 slide12

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Salah satu slide presentasi Douglas Biesecker, NOAA/SWPC

Catatan:

  • Pelaksana tidak sempat mengikuti sesi Human Exposure on Aviation and Space Flight dan Solar Cycle karena harus mengikuti shalat Jumat di masjid terdekat yakni di Islamic Center of Boulder yang beralamat di 5495 Baseline Road, Boulder 80303. Masjid ini berjarak sekitar 5 km dari Hotel Millennium ke arah tenggara

Penutup

SWW adalah forum yang sangat baik untuk mengikuti perkembangan segala hal terkait cuaca antariksa. Dari ketiga target pelaksana mengikuti workshop ini, target menampilkan perkembangan studi anomali satelit dan cuaca antariksa di Indonesia sudah terlaksana. Target mencari peluang kerjasama juga sudah dilaksanakan. Kerjasama dengan NOAA/SWPC misalnya terkait prediksi cuaca antariksa dan Science on a Sphere untuk edukasi nampaknya terbuka. Kerjasama dalam riset dan operasional partikel energetik di sekitar Bumi nampaknya bisa dijajaki dengan NICT dan KASI. Target peluang S3 di USA belum menunjukkan perkembangan. Kontak yang dilakukan dengan SWPC dan beberapa universitas belum memberikan hasil positif. Salah satu kendala utama adalah adanya batasan ITAR (International Traffic in Arms Regulations) terhadap satelit buatan Amerika Serikat sehingga menyulitkan mahasiswa asing untuk menggunakan bahkan mendiskusikan segala hal terkait satelit tersebut dengan profesor di sana.

Tulisan terkait di blog ini:

Buku Fenomena Cuaca Antariksa

Tautan:

NOAA Space Weather Prediction Center

NASA

UCAR

Utah State University

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s