Merenungi Matahari sebagai makhluk Allah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Melanjutkan tulisan saya berjudul Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia, saya mencoba membuat sebuah contoh untuk memperjelas maksudnya.

Mengambil Matahari sebagai contoh tampaknya menarik karena saat ini aktivitasnya semakin meningkat menjelang puncaknya (diperkirakan terjadi di pertengahan tahun depan). Banyak hikmah yang bisa kita gali dengan merenungi keberadaan Matahari (termasuk ledakan energi dan massa yang dihasilkannya) yang populer kita kenal dengan istilah badai Matahari.

Baca lebih lanjut

Iklan

Catatan perjalanan: Wina, Feb 2012

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Pengalamanku seminggu di Wina Austria sejak 6 hingga 11 Februari 2012 cukup berkesan. Meski cuaca yang sangat dingin menjadi kendala untuk melihat-lihat keindahan kota di sela-sela jadwal kegiatan yang padat (termasuk mengunjungi Istana Belvedere yang tampak di samping ini).

Tulisan ini kumaksudkan sebagai catatan kecil tentang perjalananku ke kota yang dikatakan sangat indah ini (saya kira khususnya di musim panas). Semoga ada manfaatnya bagi teman-teman yang berencana akan ke Wina minimal menambah wawasan kita.

Baca lebih lanjut

Beban dalam Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Seringkali dalam hidup ini kita dibebani dengan berbagai kewajiban. Peran kita sebagai suami/istri, warga masyarakat, atasan/bawahan di perusahaan menuntut kita untuk mampu melaksanakan hal-hal tertentu yang sesuai dengan tingkatan kita dalam peran tersebut. Sesuai dengan kapasitas kita dan dukungan lingkungan, beban itu bisa jadi terasa ringan atau berat.

Agar lebih bijak menyikapi persoalan beban ini kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Jika kita menemukan orang lain yang mampu bertahan atas beban berat yang diembannya (sehingga akhirnya memberikan hasil yang sangat memuaskan) itu bisa menjadi inspirasi yang sangat baik bagi kita. Mari kita lihat pengalaman Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dan analisis ulama terhadap pengalaman tersebut.  Baca lebih lanjut

Ide penyatuan waktu Indonesia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Wacana penyatuan waktu Indonesia (dari 3 zona waktu menjadi 1) semakin ramai dibicarakan. Ide ini kabarnya mulai dilontarkan sejak beberapa tahun lalu. Terakhir kali oleh Pak Hatta Rajasa yang seperti kita baca di media katanya bisa menghasilkan keuntungan hingga trilyunan rupiah bagi Indonesia.

Tampaknya hampir semua orang mengakui bahwa dengan satu waktu, Indonesia akan sangat diuntungkan secara ekonomi di samping keuntungan lain dari sisi administrasi. Namun jika ditinjau dari segi yang lain (yang jarang diangkat) nampaknya pemerintah perlu lebih berhati-hati sebelum memutuskan. Kenapa?  Baca lebih lanjut