Phobos-Grunt akhirnya jatuh

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Satelit Phobos-Grunt milik Rusia yang direncanakan menuju Phobos salah satu bulan planet Mars akhirnya jatuh ke Bumi. Karena diperkirakan tidak semua komponennya terbakar habis di atmosfer dan mengandung material berbahaya, banyak pihak yang memantau satelit ini termasuk LAPAN. Pemantauan di LAPAN dilakukan sejak 28 Desember 2011 hingga Phobos-Grunt dinyatakan jatuh di atas Samudera Pasifik (sebelum melintasi Ameriksa selatan) pada dini hari tanggal 16 Januari 2012.

Mengapa satelit ini gagal melaksanakan misinya dan bagaimana sejarah orbitnya hingga jatuh ke Bumi?

Dugaan penyebab kegagalan

Diduga telah terjadi kesalahan pemrograman pada flight control system yang mengakibatkan processor usage level pada main flight control computer Phobos-Grunt melebihi 90% dari kapasitasnya. Ini menyebabkan mudahnya terjadi crash dan rebooting dengan semakin banyaknya komponen satelit yang mulai aktif. Salah satu yang nampaknya berhasil diaktifkan adalah X-band transmitter (untuk komunikasi dengan stasiun pengendali di Bumi) yang mengkonsumsi daya sekitar 200 watt. Aktifnya berbagai sistem dalam satelit berakibat pada makin berkurangnya daya dalam rechargable power batteries dan akhirnya dalam emergency power source-nya. Akhirnya semua subsistem mengalami kegagalan pada 28 Nopember 2011.

Arsitektur Phobos-Grunt dan komponen-komponen utamanya (sumber: russianspaceweb.com)

Sejarah orbit satelit Phobos-Grunt

(Informasi di bawah ini diambil dari situs web Pemantauan benda jatuh LAPAN)

Phobos-Grunt milik Rusia diluncurkan menggunakan roket Zenith dari Baikonur Kosmodrome, Kazakhstan pada 8 Nopember 2011. Misinya adalah mengambil sampel tanah dari salah satu bulan planet Mars yakni Phobos (menarik diteliti karena diduga adalah asteroid yang ditangkap oleh gravitasi Mars). Karena jaraknya yang cukup dekat dengan Mars, Phobos-Grunt juga akan digunakan untuk mempelajari planet merah ini dalam jarak dekat.

Roket Zenith berhasil membawa Phobos-Grunt ke orbit parkir di ketinggian 207×347 km dengan inklinasi 51,4 derajat namun thruster (roket pendorong pada satelit)-nya yang sedianya menempatkan satelit tersebut ke orbit transfer menuju Mars gagal bekerja hingga waktu yang memungkinkannya terbang ke planet tersebut habis pada 20 Nop 2012. Phobos-Grunt tetap di orbit parkirnya hingga bahan bakarnya habis pada 28 Nop 2012 dan mustahil dikontrol lagi. Hambatan atmosfer selanjutnya mengubah misi ke Mars berbalik menjadi “misi” reentry ke Bumi.

Ketinggian Phobos-Grunt sejak awal mengorbit hingga jatuh ke Bumi

Setelah mengorbit Bumi selama 49 hari Phobos-Grunt akhirnya jatuh di atas Samudera Pasifik pada 16 Januari 2012 sekitar pukul 00:23 WIB (antara 15 Jan pukul 23:59 hingga 16 Jan pukul 00:47 WIB). Lintasan terakhir Phobos-Grunt diperlihatkan pada peta berikut. Lokasi jatuh (atmospheric reentry) yang tepat tidak diketahui.

Lintasan Phobos-Grunt di sekitar waktu jatuhnya pada dini hari 16 Januari 2012.

Artikel di blog ini:

ROSAT akhirnya jatuh

UARS akhirnya jatuh

Peran LAPAN terkait benda jatuh antariksa

Tautan:

Reentry Phobos-Grunt di website RussianSpaceWeb.com

Phobos-Grunt di blog Pak Thomas Djamaluddin

Phobos-Grunt di website langitselatan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s