Menyongsong tahun baru 2012

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Hari ini hari terakhir di tahun 2011. Besok kita memulai hari pertama di tahun 2012. Kesempatan yang baik untuk merenungkan amal baik dan buruk kita di tahun ini dan apa yang kita persiapkan di tahun depan.

Sebuah komunitas di Bandung telah berencana melaksanakan suatu kegiatan yang  mengingatkan saya akan tulisan yang dulu saya buat berjudul “Kiamatkah di 2012”? Kali ini saya ingin berbagi tulisan tersebut dengan maksud agar jangan sampai masih ada di antara kita yang mempercayai ramalan terkait isu kiamat tersebut. Mari dengan bersemangat kita songsong tahun 2012 tanpa kecemasan yang tidak beralasan.

Kiamatkah di 2012?

Isu kiamat belakangan ini marak kembali. Kali ini tanggal 21 Desember 2012 diramal menjadi waktunya.  Kita tahu ini bukan hal baru. Sejak dulu fenomena ramalan hari kiamat seperti ini telah terjadi dan pada kenyataannya sampai sekarang manusia masih mendiami Bumi ini. Akan tetapi, kelihatannya tidak banyak manusia yang tahu bahwa akibat kebodohan dan ketamakannya mereka justru mendekatkan diri mereka pada kiamat yang sebenarnya. Kiamat yang akan tiba-tiba datang menjemput mereka di saat mereka lalai. Tak ada yang  sempat mengira-ngira waktunya.

Simaklah firman Allah SWT dalam al-Qur’an Suratal-A’raaf ayat 187 “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Kiamat memang akan datang tiba-tiba. Hanya Allah SWT yang tahu kapan waktunya. Itulah sebabnya mengapa kiamat sangat menakutkan karena ia datang saat manusia tanpa persiapan. Makanya jika ada sekelompok peramal atau astrolog (bukan astronom) yang memperkirakan waktu terjadinya kiamat sehingga banyak orang yang kemudian berniat meningkatkan ketakwaan mereka (atau malah berputus asa dari rahmat Allah) maka kita pun tahu bahwa ulah sekelompok peramal tadi pasti keliru.

Ramalan akan waktu terjadinya kiamat secara jelas menentang firman Allah SWT. Mempercayainya adalah sebuah kekeliruan. Keliru juga orang-orang atau pihak tertentu yang menyebarluaskan dan cenderung memperkuat perkiraan sekelompok peramal tadi sehingga berpotensi menyimpangkan akidah masyarakat. Padahal, bagi masyarakat kita yang dominan muslim, akidah ini adalah hal pokok karena akidah itulah yang mendasari sehingga pandangan, sikap, dan tingkah laku hidupnya Islami. Negara kita akan mampu menjadi bangsa terkemuka jika seluruh warga negaranya yang beragama Islam memiliki kualitas seperti ini. Karena itu segala upaya yang berpotensi menggoyahkan akidah akan sangat merugikan kita sebagai pribadi dan bangsa.

Televisi adalah media penyebarluasan informasi yang paling jitu saat ini. Karena itu, penayangan isu kiamat 2012 yang tampaknya ingin meyakinkan pemirsa bahwa isu tersebut penting untuk diperhatikan sangat pantas untuk disesalkan. Dalam salah satu acara, penjelasan dari peneliti maupun ulama yang dihadirkan tidak digunakan untuk menepis gagasan kiamat 2012 tersebut bahkan dibuat seolah-olah mendukungnya apalagi ditambah dengan gambar dan animasi bencana dan kecelakaan yang terus-menerus diulang untuk menguatkan gagasan gila itu. Kiamat memang bukan hal untuk disepelekan tapi meyakini bahwa waktunya terjadi di tahun 2012 adalah haram dilakukan.

Sains sedikit pun tidak mendukung isu kiamat 2012. Memang tahun 2011 dan 2012 diperkirakan adalah masa di mana Matahari mencapai puncak aktivitasnya. Ketika berada di puncak aktivitasnya ini, frekuensi ledakan di permukaan Matahari yang menimbulkan badai Matahari di Bumi meningkat sekitar 10 kali dibanding ketika Matahari dalam kondisi normal. Akan tetapi, walaupun melepaskan energi yang sangat tinggi, ledakan berupa flare atau coronal mass ejection (CME) ini bersifat lokal. Tidak terjadi di seluruh permukaan Matahari. Ledakan di Matahari tidak sama dengan Matahari yang meledak. Lebih tidak sama lagi dengan kiamat yang cuma sekali terjadi dan langsung menghancurkan seluruh alam semesta ini.

Manusia sudah berkali-kali mengalami puncak aktivitas Matahari sebagaimana isu kiamat. Sejak tahun 1750 manusia telah mengalami 23 kali matahari di puncak aktivitasnya. Sekarang kita sedang menuju puncak aktivitas ke-24. Untungnya, bahaya yang mungkin timbul akibat ledakan Matahari tidak berpotensi merusak semuanya tapi hanya sistem teknologi terutama yang ditempatkan di luar angkasa. Manusia jaman dulu yang belum mengenal teknologi listrik tidak pernah mengalami kerugian akibat ledakan di Matahari. Hanya manusia jaman sekarang yang mungkin dirugikan karena ledakan di Matahari berpotensi merusak karya teknologi mereka jika tidak mampu menyesuaikan diri. Hal ini diperparah dengan semakin bergantungnya manusia pada teknologi yang dibuatnya sendiri. Berbeda sekali dengan manusia jaman dulu yang merasakan akibat ledakan tersebut semata keindahan karena yang mereka alami hanya keindahan aurora di daerah-daerah lintang tinggi dan kadang di lintang menengah.

Tabrakan benda-benda langit yang diramalkan akan semakin sering terjadi di tahun 2012 juga tidak punya dasar ilmiah. Apa yang ditayangkan pada sebagian acara TV berupa tabrakan benda langit adalah animasi tabrakan dua satelit buatan yang terjadi pada 10 Februari 2009. Memang diakui bahwa tabrakan yang menimpa satelit Iridium 33 milik Amerika Serikat ini adalah tabrakan benda langit buatan paling hebat yang terjadi hingga kini. Akibat bertabrakannya dua benda dengan berat masing-masing mencapai ½ ton dengan kecepatan super itu tidak kurang dari 700 serpihan berukuran di atas 10 cm tercipta. Tapi, terjadinya tabrakan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kiamat. Kondisi lingkungan antariksa yang saat ini dihuni oleh lebih dari 13 ribu benda-benda buatan dengan laju mencapai 25 ribu km/jam memang memungkinkan kecelakaan terjadi. Apalagi di wilayah orbit yang relatif padat seperti wilayah yang didiami konstelasi satelit Iridium.

Seperti halnya puncak aktivitas Matahari, tabrakan benda-benda antariksa buatan juga bukan hal baru. Tabrakan semacam ini telah terjadi sejak tahun 1991 dan diperkirakan puncaknya tidak terjadi di 2012. Kemungkinan tabrakan antar benda buatan diperkirakan akan terus meningkat jika antisipasi tidak dilakukan mulai saat ini. Akan tetapi, sekalipun 13 ribuan benda-benda buatan itu saling bertubrukan, tidak akan ada apa-apanya dibanding tubrukan antar planet yang beratnya mencapai 6×1021 ton (untuk bumi) dengan laju mencapai 100 ribu km/jam (untuk laju orbit bumi). Tubrukan maha dahsyat yang mungkin saja dialami Bumi ketika kiamat ini akan menghancurkan semua yang ada di Bumi ini.

Sekali lagi, sains sedikit pun tidak mendukung isu kiamat 2012. Sebaiknya pemerintah menindak tegas orang atau pihak yang mencoba menggoyahkan keyakinan beragama warganegaranya. Jangan sampai bangsa ini menderita kerugian yang jauh lebih besar daripada kerugian yang mungkin timbul akibat badai Matahari dan tabrakan satelit buatan.

Artikel lain di blog ini:

Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia

Tautan:

Artikel tentang badai Matahari dan isu kiamat di blog Pak Thomas Djamaluddin

Artikel tentang isu kiamat 2012 di website langitselatan

Iklan

One comment on “Menyongsong tahun baru 2012

  1. Ping-balik: Fenomena antariksa: bagaimana menyikapinya? « Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s