Geminids: hujan meteor, asteroid, dan komet

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Diperkirakan tanggal 14 Desember 2011 besok menjadi puncak hujan meteor Geminid yang memasuki lingkungan Bumi sejak 4 Desember lalu hingga 17 Desember nanti.

Hujan meteor Geminid bukan hanya menarik karena seringkali menghadirkan lebih dari 100 meteor per jam (di saat puncaknya) setiap tahun namun juga karena ia membuka peluang studi lebih jauh tentang kaitan tiga komponen tata surya: hujan meteor, asteroid, dan komet.

Geminids dipercaya berasal dari debu asteroid Phaethon (sebelumnya bernama 1983 TB). Asteroid berukuran sekitar 5 km dengan orbit sangat lonjong (eksentrisitas 0.89) ini berjarak 0.14 AU hingga 2.4 AU dari Matahari dengan inklinasi 22 derajat. Phaethon mengelilingi Matahari dengan periode 1.43 tahun dan termasuk anggota near-Earth object (NEO) dalam grup Apollo. Bersama dengan lebih dari 1200 asteroid lainnya, Phaethon termasuk dalam daftar Potentially Hazardous Asteroids (PHA) yang berpotensi membahayakan Bumi karena jaraknya dari Bumi suatu waktu bisa kurang dari 0.05 AU (kurang dari 20 kali jarak Bumi-Bulan).

Ketika Geminids mencapai puncaknya nanti, Phaethon berjarak sekitar 1.2 AU dari Bumi. Perhatikan kedua gambar berikut ini yang dibuat dengan perangkat lunak Celestia memakai data Phaethon dari JPL NASA (epoch pengamatan  27 Agustus 2011).

Konfigurasi planet-planet dalam dan asteroid Phaethon pada 14 Desember 2011. Perhatikan Bumi hampir memotong lintasannya (berwarna merah) saat itu.

Konfigurasi planet-planet dalam plus Jupiter dan asteroid Phaethon pada 14 Desember 2011 dilihat dari atas bidang ekliptika. Terlihat pula sabuk utama asteroid di antara Mars dan Jupiter.

Keyakinan Phaethon sebagai induk hujan meteor Geminid didasari kesesuaian orbit keduanya. Ini adalah hal yang tidak lumrah karena hujan meteor umumnya berasosiasi dengan komet. Komet-lah yang dikenal sejak lama mengalami pengurangan massa karena melepaskan debu dan gas saat mendekati Matahari.  Bukan asteroid. Untuk kasus Phaethon, kehilangan massa bisa terjadi ketika asteroid ini berada di dekat perihelionnya (yang sangat dekat dengan Matahari).  Namun, hingga kini masih menjadi pertanyaan bagaimana mekanisme ini bisa menjelaskan jumlah hujan meteor Geminid seperti biasa teramati. Banyak yang menduga bahwa Phaethon berasal dari dormant comet yaitu inti komet yang dahulunya aktif namun di orbitnya saat ini tidak mengalami kehilangan massa (sehingga tidak menampakkan kepala komet/coma). Dormant comet bisa kembali aktif di masa depan.

Hujan meteor Geminid 2011

Arah datang (radiant) Geminids akan tampak berasal dari sebuah titik di rasi Gemini. Biasanya untuk mengamati jumlah meteor secara maksimal, disarankan untuk berbaring dan memandang langit secara luas dengan jarak sekitar 45 derajat dari radiant. Untuk kasus hujan meteor kali ini, pandangan mungkin lebih jauh karena Bulan (yang fasenya ketika itu 90%) sepanjang malam cukup dekat dengan radiant Geminids sehingga cahayanya akan cukup mengganggu.

Hujan meteor Geminid sebenarnya lebih cocok diamati dari lokasi di lintang utara karena deklinasi radiant-nya cukup jauh di utara yakni +33 derajat. Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya di lintang -7 derajat, ini berarti ketinggian maksimum radiant Geminids adalah 50 derajat (terjadi pada 15 Desember 2011 sekitar pukul 2 dini hari). Semakin tinggi radiant-nya, semakin banyak meteor yang bisa terlihat.

Berikut ini hasil simulasi untuk pengamatan di Bandung dan sekitarnya (dibuat dengan perangkat lunak TheSky).

Penampakan langit pada 14 Desember 2011 pukul 21.00 saat Bulan terbit. Perhatian radiant Geminids yang terletak dekat bintang Castor di rasi Gemini.

Penampakan langit pada 15 Desember 2011 pukul 02.00 dini hari (saat ketinggian radiant Geminids mencapai maksimum).

Artikel lain di blog ini:

Daftar hujan meteor dan induknya

Pengantar hujan meteor

Pengantar populasi NEO

Tautan:

Artikel tentang Geminids kali ini di website langitselatan

Artikel tentang asal usul Geminids di website langitselatan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s