Gerhana dan manusia

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Dari dahulu kala gerhana Matahari (dan Bulan) mempengaruhi kehidupan manusia mulai dari dongeng hingga pelaksanaan ibadah. Gerhana memang tidak hanya bermakna secara astronomi. Melalui gerhana kita juga bisa lebih dalam memahami diri kita sebagai manusia dari segi kebudayaan dan keyakinan. Meningkatnya pengetahuan kita tentang gerhana seharusnya menjadikan kita lebih arif menyikapi fenomena ini.

Tulisan ini berisi catatan kecil saya tentang keterkaitan gerhana dan manusia. Tentu saja masih sangat banyak hal yang bisa ditambahkan.

Terkait dengan dongeng dan sejarah

Banyak sekali berkembang dongeng dan sejarah terkait dengan peristiwa gerhana. Pengetahuan kita tentang gerhana mudah-mudahan membantu untuk memahami kisah-kisah berikut ini (mungkin saja ada beberapa di antaranya yang diragukan kebenarannya).

  • Orang-orang Indonesia dahulu mempercayai bahwa gerhana terjadi karena Matahari di telan raksasa. Raksasa tersebut akan memuntahkan Matahari apabila penduduk Bumi membuat berbagai macam keributan. Kisah ini senada dengan kisah orang-orang Cina dahulu yang mempercayai bahwa gerhana terjadi karena adanya seekor naga yang memakan Matahari. Mereka yakin jika dibuat huru-hara di langit yakni jika regu pemusik memainkan seperangkat musiknya dan regu pemanah memanah sehingga anak panah melesat di langit maka naga tersebut akan lari ketakutan dan langit  kembali cerah.
  • Gerhana yang terjadi pada tanggal 28 Mei tahun 585 SM menyebabkan berakhirnya peperangan dua negara di Timur Tengah. Ketika sedang berperang tiba-tiba langit menjadi gelap akibat gerhana. Mereka begitu takjub dengan gerhana tersebut sehingga mereka memutuskan untuk berdamai.
  • Kaisar Louis, putra Charlemagne penguasa Eropa yang terkenal, meninggal dunia karena ketakutan atas kegelapan yang terjadi saat gerhana Matahari tanggal 5 Mei 840 M yang berlangsung hanya lima menit.
  • Dahulu orang-orang Jepang mempercayai bahwa gerhana menyebabkan racun terjatuh dari langit sehingga mereka menutup sumur-sumur mereka selama berlangsungnya gerhana.
  • Orang-orang India juga mempercayai bahwa yang menyebabkan gerhana adalah seekor naga. Selama terjadinya gerhana mereka melakukan ibadah dengan cara menenggelamkan diri mereka sampai pangkal leher di dalam air. Dengan harapan itu membantu Matahari dan Bulan untuk melepaskan diri dari naga tersebut.
  • Orang-orang Tahiti menganggap gerhana adalah percintaan antara Matahari dan Bulan. Bahkan hingga saat ini orang-orang Eskimo, Aleuts, dan Tlingits di Arctic America meyakini bahwa ketika gerhana terjadi, Matahari dan Bulan meninggalkan posisinya di langit untuk melihat apakah kehidupan berjalan normal-normal saja di Bumi.
  • Pada pelayaran terakhirnya menuju Amerika pada tahun 1503,Columbus dan timnya terdampar di pantai Jamaica selama lebih dari setahun. Kapal yang rusak dan kebutuhan makan yang harus dipenuhi menyebabkan Columbus bertransaksi dagang dengan penduduk asli setempat. Lama-kelamaan penduduk asli merasa jemu dan tidak mau lagi memberi makan Columbus dan timnya. Columbus tahu akan terjadi gerhana Bulan pada tanggal 29 Februari 1504 sehingga pada malam sebelumnya memberi tahu para penduduk asli bahwa karena mereka tidak memberi makan lagi kepada Columbus dan timnya maka Tuhan marah kepada mereka. Columbus berkata pada mereka bahwa esok hari Tuhan akan menghilangkan Bulan dari pandangan mereka. Tanggal 29 Februari, penduduk asli menyaksikan gerhana Bulan dan meminta Columbus untuk memohon pada Tuhan agar mereka dimaafkan dan supaya Bulan dimunculkan kembali. Setelah satu jam lewat dan gerhana Bulan sebentar lagi berakhir, Columbusberkata pada mereka bahwa Tuhan telah memaafkan mereka dan segera mengembalikan Bulan. Penduduk pun melihat ke langit dan melihat Bulan telah muncul kembali.

Cara orang-orang di India menyikapi peristiwa gerhana Matahari.
Sumber: http://society.ezinemark.com.

Terkait dengan sains dan pembelajarannya

  • Beberapa ahli sejarah meyakini bahwa para pembangun Stonehenge (monumen batu) di Inggeris mampu memprediksi terjadinya gerhana dengan mempelajari peredaran Bulan. Struktur Stonehenge menunjukkan bahwa para pembangunnya mengetahui gerakan Bulan dan Matahari yang sebenarnya.
  • Banyak permasalahan dalam astronomi yang hanya dapat dipelajari ketika terjadi gerhana Matahari. Gerhana Matahari total memungkinkan terlihatnya korona Matahari juga bintang dan planet walaupun mereka terlihat di dekat Matahari. Sehingga dapat dipelajari ukuran dan komposisi korona Matahari dan pembelokan cahaya bintang dan planet. Peneliti juga dapat mempelajari bagaimana pengaruh Matahari terhadap cuaca di Bumi dan memperbaiki prediksi solar flare mereka dengan memanfaatkan peristiwa gerhana Matahari
  • Mengamati gerhana secara bersama antara guru dan siswa adalah media pembelajaran sains yang sangat baik. Siswa bisa belajar observasi astronomi dan membandingkannya dengan hasil komputasi (model).

Gerhana Matahari total memperlihatkan dinamika korona Matahari. Kredit: NASA.

Terkait dengan ibadah

Salah satu ajaran dalam Agama Islam mengaitkan peristiwa gerhana dengan ibadah. Imam Muslim meriwayatkan bahwa pernah terjadi gerhana Matahari pada jaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau keluar ke mesjid untuk melaksanakan shalat dengan diikuti oleh umatnya. Setelah shalat beliau berkhutbah di hadapan orang banyak yang dalam khutbahnya itu beliau memuji Allah dengan kata-kata yang sesuai, kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla, yang kedua itu tidak gerhana karena matinya seseorang dan lahirnya seseorang, karena itu apabila kamu melihat keduanya itu (gerhana) maka segeralah mengerjakan shalat”.

Proses terjadinya gerhana Matahari memperlihatkan kebesaran dan salah satu kekuasaan Allah SWT.
Sumber: http://scienceblogs.com.

Artikel terkait di blog ini:

Gerhana Bulan Total 10 Des 2011

Pengantar gerhana Matahari dan Bulan

Tautan:

Artikel gerhana tulisan Pak Moedji Raharto di website Salman ITB

Artikel khutbah shalat gerhana di blog Pak Thomas Djamaluddin

Iklan

2 comments on “Gerhana dan manusia

  1. Ping-balik: Gerhana dan seorang muslim « Abdul Rachman's blog

  2. Ping-balik: Merasakan Gerhana Matahari Total | Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s