Mengenal Populasi Near-Earth Object (NEO)

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Sebulan yang lalu tepatnya 8 Nopember 2011 asteroid 2005 YU55 mendekati Bumi lebih dekat daripada Bulan. Terakhir kali asteroid seukuran mencapai jarak sedekat ini pada 1976, berikutnya diperkirakan asteroid berukuran sama akan mendekati Bumi pada 2028. Meski termasuk kelompok benda-benda yang berbahaya bagi Bumi, 2005 YU55 tidak akan bertabrakan dengan Bumi minimal hingga 100 tahun ke depan.

Asteroid 2005 YU55 termasuk kelompok benda langit alami yang melintas di dekat Bumi atau Near-Earth Object disingkat NEO. Apa sebenarnya NEO ini dan dari mana asalnya?

NEO adalah benda langit berupa asteroid dan komet yang mungkin bertabrakan dengan Bumi karena lintasannya memotong atau bersinggungan dengan orbit Bumi. Berdasarkan lintasannya, NEO dibagi menjadi tiga grup: Apollos (setengah sumbu panjang a ≥ 1.0 AU, jarak terdekat q ≤ 1.0167 AU [jarak terjauh Bumi]), Atens (a < 1.0 AU, jarak terjauh Q ≥ 0.983 AU [jarak terdekat Bumi]), Amors (1.0167 AU < q ≤ 1.3 AU). Karena jarak terdekatnya lebih jauh dari jarak terjauh Bumi dari Matahari, saat ini Amors tidak memotong orbit Bumi namun di masa depan ini mungkin terjadi. Di samping NEO, ada juga grup lain yaitu Atiras (Q < 0.983 AU) yang seluruh orbitnya di dalam orbit Bumi (berarti serupa dengan Amors tidak memotong orbit Bumi).

Gambar kiri: geometri lintasan NEO memperlihatkan setengah sumbu panjang, jarak terdekat dan jarak terjauh. Gambar kanan: kemungkinan lintasan tiap grup NEO: Atens (biru), Apollos (merah), Amors (hijau). Lintasan putus-putus adalah lintasan Bumi sedang lintasan kuning adalah lintasan Atiras.

Asteroid sebagian besar terletak di antara orbit Mars dan Jupiter pada jarak antara 2.1 dan 3.3 AU yang dikenal dengan nama sabuk utama (main belt). Diperkirakan 80 hingga 90% NEO berasal dari asteroid di sabuk utama (disebut Near-Earth Asteroids, NEA), ~8% dari  asteroid di luar sabuk utama, dan sisanya dari komet (disebut Near-Earth Comets, NEC). Asteroid dan komet bisa menjadi NEO terutama karena pengaruh gravitasi planet-planet besar di sekitarnya terutama Jupiter, Saturnus, dan Mars.

Lokasi sabuk utama asteroid

Berdasarkan suatu model numerik yang hasilnya dipublikasikan pada tahun 2002 (yang mengasumsikan jumlah total NEO selalu kurang lebih sama), disimpulkan bahwa masih banyak NEO yang belum teramati terutama yang setengah sumbu panjangnya 1 hingga 3 AU dan kemiringan orbitnya (inklinasi) antara 5 hingga 20 derajat. Namun, hampir semua NEO dengan kelonjongan orbit (eksentrisitas) di bawah 0.4 telah teramati. NEO dengan eksentrisitas besar masih banyak yang belum teramati.

Ukuran NEO sangat bervariasi mulai dari seukuran debu hingga puluhan kilometer. NEO terbesar saat ini adalah anggota Amors yakni Ganymede (diameter 38.5 km), Eros dan Don Quixote (masing-masing sekitar 20 km). Di grup Atens dan Apollos, yang terbesar adalah Ivar dan Betulia (masing-masing sekitar 8 km). NEA berukuran sedang (antara 100 m hingga 1 km) yang semula diperkirakan berjumlah sekitar 35000 ternyata hanya sekitar 19500 berdasarkan hasil pengamatan terbaru oleh teleskop ruang angkasa Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA.

Hasil WISE merevisi dugaan sebelumnya.  Titik-titik berwarna hijau adalah planet. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Hasil WISE merevisi dugaan sebelumnya. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Tautan:

http://www.minorplanetcenter.net/

http://www.nasa.gov/mission_pages/WISE/news/wise20110929.html


Iklan

One comment on “Mengenal Populasi Near-Earth Object (NEO)

  1. Ping-balik: Geminids: hujan meteor, asteroid, dan komet « Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s