Jadwal waktu shalat

Update 3 Feb 2012: penambahan tautan di akhir tulisan

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Awal waktu shalat dalam satu tahun selalu berubah. Untuk wilayah Indonesia, sejak Agustus awal waktu shalat ini  semakin maju (mendekat) dan mencapai puncaknya pada Oktober (asar, maghrib, dan isya) hingga Nopember (dzuhur dan subuh). Contoh untuk Bandung, pada awal Agustus dzuhur dimulai pada 11:59 WIB sedang di awal Nopember nanti dzuhur dimulai pada 11:36 WIB  (maju 23 menit). Mudah-mudahan dengan menyadari ini persiapan kita ke masjid (terutama untuk shalat Jumat) lebih baik lagi.

Bagaimana sih perubahan jadwal shalat dalam setahun?

Pada prinsipnya, jadwal waktu shalat berubah karena mengikuti perubahan gerak Matahari seperti tampak dari Bumi (disebut gerak semu Matahari). Mungkin kita pernah menyaksikan sendiri bahwa Matahari tidak terbit dan terbenam pada waktu yang sama setiap hari. Matahari juga tidak selalu tiba di titik tertingginya di langit pada waktu yang sama. Selain itu, Matahari tidak selalu terbit tepat di timur dan terbenam tepat di barat. Perubahan gerak Matahari yang berefek pada perubahan panjang bayangan dan perubahan waktu fajar dan senja berimplikasi pada perubahan jadwal waktu shalat yang berpatokan pada efek-efek tadi.

Mengapa gerak semu Matahari selalu berubah? Itu dikarenakan Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan yang lonjong sehingga kadang gerak Bumi lebih cepat dan kadang lebih lambat. Bumi juga tidak mengelilingi Matahari dalam bidang yang berimpit dengan ekuator Bumi. Dengan kata lain sumbu rotasi Bumi tidak tegak lurus terhadap bidang Bumi mengelilingi Matahari. Fenomena beda bidang ini lah yang mengakibatkan lokasi terbit dan terbenam Matahari selalu berubah. Baca tentang gerak semu Matahari di sini.

Dengan astronomi dapat dihitung dengan sangat teliti di mana posisi Matahari setiap saat dan sebaliknya: kapan Matahari berada pada posisi tertentu atau kapan bayangan suatu benda (oleh cahaya Matahari) memiliki panjang tertentu. Perhitungannya dapat dilakukan setahun penuh dan dimudahkan dengan berkembangnya komputer dan bahasa pemrograman. Dengan memakai kriteria posisi Matahari untuk awal waktu shalat yang ditetapkan oleh para ulama, dapat dibuat formula matematis perhitungan awal waktu shalat. Pengetahuan ini lah yang digunakan untuk membuat jadwal waktu shalat secara modern (biasanya ditambahkan 1-2 menit untuk kehati-hatian). Hasil perhitungan selama setahun dapat digunakan secara berulang hingga waktu yang sangat lama karena keteraturan gerak tahunan Bumi mengelilingi Matahari.

Saat ini sudah banyak dikembangkan perangkat lunak penghitung waktu shalat yang mudah digunakan. Satu yang saya rekomendasikan adalah Accurate Times yang bisa  diunduh secara bebas di http://www.icoproject.org/accut.html).  Tampilan jadwal waktu shalat program ini sudah kita lihat di awal tulisan ini. Kita juga bisa membuat programnya sendiri. Berikut ini hasil program saya untuk wilayah Bandung dan sekitarnya yang kemudian saya plot untuk menampilkan profil waktu shalat dalam setahun. Program ini saya buat dengan Matlab mulai dari perhitungan posisi Matahari hingga grafiknya. Perhitungannya memakai kriteria ketinggian Matahari yang sama dengan yang digunakan oleh Kementrian Agama RI dan ikhtiat (untuk kehatian-hatian) 1-2 menit. Ingat, ini untuk Bandung dan sekitarnya, wilayah lain akan berbeda waktunya (bentuk grafik akan berbeda untuk lintang yang berbeda meski bujur sama; bentuk grafik sama (namun jamnya berbeda) untuk bujur yang berbeda meski lintang sama).

Jadwal shalat subuh untuk Bandung dan sekitarnya

Jadwal shalat dzuhur untuk Bandung dan sekitarnya

Jadwal shalat ashar untuk Bandung dan sekitarnya

Jadwal shalat maghrib untuk Bandung dan sekitarnya

Jadwal shalat isya untuk Bandung dan sekitarnya

Dengan membuat sendiri programnya, kita bisa bereksperimen sendiri. Hasilnya, bisa diperoleh format jadwal shalat yang baru. Jadwal berikut ini membatasi beda waktu shalat antara dua tanggal yang berurutan maksimal 2 menit. Tanda bintang (asterisk) pada tabel itu berarti waktunya sama dengan kotak di atasnya.

Tabel  tahunan jadwal shalat untuk Bandung dan sekitarnya

Jika tabel tahunan di atas digunakan bersama tabel harian seperti di bawah ini maka frekuensi penyalinan data dari tabel tahunan ke harian dapat diminimalkan (tidak perlu tiap hari) dengan tetap menjaga akurasinya. Contoh, pada bulan Mei hanya 2 kali penyalinan perlu dilakukan, bulan Juli cukup 3 kali. Saat ini memang telah tersedia papan jadwal shalat digital yang bisa menampilkan data setiap hari secara otomatis sehingga cocok sekali digunakan (khususnya di masjid-masjid) namun harganya masih cukup mahal (setahu saya di atas 1 jutaan). Berikut ini contoh tabel harian untuk tanggal 13 hingga 16 Oktober 2011 (tahun tidak perlu dituliskan).

Bagi yang berminat, bisa mengunduh model tampilan jadwal shalat yang pernah saya buat di sini. Semoga bermanfaat.

Artikel terkait di blog ini:

Gerak semu Matahari mengelilingi Bumi

Tautan:

Artikel program jadwal shalat di blog Pak Thomas Djamaluddin

Iklan

4 comments on “Jadwal waktu shalat

  1. Ping-balik: Ide penyatuan waktu Indonesia « Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s