Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Sebuah benda langit diperkirakan akan segera jatuh. Walaupun ini buatan manusia tapi pada hakikatnya ia ciptaan Allah juga. UARS serupa  matahari, bulan, dan bintang-bintang yang semuanya tunduk kepada hukum-hukum yang ditetapkan Allah Subhanahu wa ta’ala atas alam ini. Walaupun ada potensi kerusakan yang mungkin ditimbulkan akibat kepingannya yang sampai ke permukaan bumi, UARS juga adalah ciptaan Allah (melalui manusia) sehingga apa yang diakibatkannya tidak lain adalah bagian dari takdir Allah SWT.

Mari kita renungkan Surat Yunus ayat 5-6 yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu di alam semesta yang sia-sia.

5.  Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. 6.  Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa.

Terjemah Departemen Agama RI menjelaskan maksud Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak (ayat 5) adalah Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam tafsir Al-Qurannya yang terkenal dengan nama tafsir as-Sa’di ketika menafsirkan kedua ayat ini mengatakan bahwa manakala Allah menetapkan rububiyah dan uluhiyah-Nya maka Dia menjelaskan dalil-dalil aqli dan ufuki yang menunjukkan hal itu, dan menunjukkan kesempurnaanNya dalam sifat-sifatNya, berupa matahari, rembulan, langit, dan bumi serta segala sesuatu yang Dia ciptakan padanya dalam bentuk berbagai macam makhluk, lalu Dia menyatakan bahwa itu adalah tanda-tanda kebesaranNya “bagi kaum yang mengetahui” dan “bagi kaum yang bertakwa”. Sesungguhnya ilmu membimbing kepada pengetahuan tentang indikasi padanya dan bagaimana mengambil kesimpulan dari indikasi tersebut dengan jalan yang paling mudah. Takwa memunculkan keinginan di dalam hati kepada kebaikan dan rasa takut kepada keburukan yang muncul dari dalil-dalil dan bukti-bukti, serta dari ilmu dan keyakinan.

Selanjutnya Syaikh as-Sa’di merangkum hikmah yang diperoleh dari perenungan terhadap penciptaan makhluk dan apa-apa yang dikandung dalam penciptaan tersebut yang saya nyatakan dalam mind-map berikut ini.

Selanjutnya Syaikh mengatakan bahwa kedua ayat ini mengandung dorongan dan ajakan untuk merenungkan makhluk-makhluk Allah, melihatnya untuk mengambil pelajaran, karena dengan itu bashirah bisa meluas, iman dan akal bertambah dan daya pikir menguat. Tidak melakukan itu berarti meremehkan apa yang diperintahkan oleh Allah, menutup pintu bertambahnya iman, menyebabkan kebekuan akal dan pikiran.

Insya Allah lain kali kita akan melihat beberapa contoh untuk memperjelas tema ini.

Artikel terkait di blog ini:

Merenungi Matahari sebagai makhluk Allah

Iklan

3 comments on “Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia

  1. Ping-balik: Menyongsong tahun baru 2012 « Abdul Rachman's blog

  2. Ping-balik: Fenomena antariksa: bagaimana menyikapinya? « Abdul Rachman's blog

  3. Ping-balik: Merenungi Matahari sebagai makhluk Allah « Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s