UARS akhirnya jatuh

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Update 26 Oktober 2011: menyesuaikan dengan report terakhir dari Dephan Amerika Serikat pada 27 Sept 2011

Sekitar pukul 11:00 WIB pada Sabtu lalu,  24 September 2011, satelit UARS yang sudah menjadi sampah dinyatakan jatuh di atas Samudera Pasifik sebelum memasuki wilayah Kanada. Walaupun lokasi sekitar 26 serpihannya (akibat pecahnya satelit setelah re-entry) menghantam permukaan Bumi tidak dapat diketahui kecuali ada saksi yang menemukan, lokasi atmospheric re-entry yakni lokasi satelit jatuh hingga ketinggian sekitar 120 km dapat diperkirakan dengan cukup baik.

Bagaimana akhir hidup UARS dan riwayat orbitnya? Baca lebih lanjut

Iklan

Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Sebuah benda langit diperkirakan akan segera jatuh. Walaupun ini buatan manusia tapi pada hakikatnya ia ciptaan Allah juga. UARS serupa  matahari, bulan, dan bintang-bintang yang semuanya tunduk kepada hukum-hukum yang ditetapkan Allah Subhanahu wa ta’ala atas alam ini. Walaupun ada potensi kerusakan yang mungkin ditimbulkan akibat kepingannya yang sampai ke permukaan bumi, UARS juga adalah ciptaan Allah (melalui manusia) sehingga apa yang diakibatkannya tidak lain adalah bagian dari takdir Allah SWT.

Mari kita renungkan Surat Yunus ayat 5-6 yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu di alam semesta yang sia-sia.

Baca lebih lanjut

Satu lagi sampah antariksa akan jatuh

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Diperkirakan sebuah sampah antariksa milik Amerika Serikat akan jatuh pada 23 September 2011 (+/- 1 hari). Lokasi jatuhnya belum dapat diperkirakan (sangat tergantung pada waktu jatuhnya). Sampah ini adalah sebuah satelit yang tidak berfungsi lagi bernama UARS (Upper Atmosphere Research Satellite) yang dulunya digunakan untuk pengamatan atmosfer atas yang penting nilainya bagi studi iklim.

UARS berpotensi jatuh di wilayah Indonesia seperti sudah ditunjukkan oleh perangkat lunak pemantau otomatis benda antariksa Track-it yang dikembangkan di LAPAN. Hasil pemantauannya berikut informasi penting lainnya tentang benda jatuh di Indonesia dan upaya mitigasinya dapat dilihat di http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit.

Walaupun kecil sekali kemungkinannya untuk menimbulkan korban, sebaiknya kita turut memantau benda ini. Jika jatuh di negara kita, sangat diharapkan agar warga yang menemukan pecahannya diharapkan segera melapor ke kepolisian terdekat yang akan mengamankan benda tersebut. Tim khusus dari LAPAN setelah mengkonfirmasi peristiwanya segera akan meninjau ke lokasi kejadian jika memang diperlukan.

Artikel terkait:

https://rachmanabdul.wordpress.com/2011/09/21/kondisi-sampah-antariksa-saat-ini/

Kondisi sampah antariksa saat ini

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Seiring dengan maraknya perkembangan teknologi kedirgantaraan, di antaranya makin banyaknya negara yang ikut meramaikan, jumlah sampah antariksa juga semakin meningkat. Selain dapat mengganggu operasional satelit aktif di orbitnya, sampah yang jatuh ke bumi potensi merusaknya cenderung lebih besar karena jatuhnya tidak dapat dikontrol.

Bagaimana kondisi sampah antariksa saat ini?

Baca lebih lanjut

Mempersiapkan penerus kepemimpinan

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Saya meyakini bahwa salah satu kewajiban pemimpin adalah menyiapkan penggantinya. Sebaiknya penggantinya telah disepakati sebelum pemimpin tadi berakhir masa jabatannya. Tidak adanya pemimpin selain dapat menghambat tercapainya visi organisasi (bahkan menggagalkannya) juga dapat memancing terjadinya konflik perebutan kekuasaan.

Konflik perebutan kekuasaan juga terjadi di kalangan sahabat segera sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan sebelum beliau dikebumikan. Padahal mereka adalah generasi terbaik umat ini. Dengan semakin terpuruknya kualitas umat, kita harus semakin berhati-hati agar fenomena ini tidak muncul kembali.

Mari kita renungkan peristiwa yang terjadi sesaat sepeninggal Rasulullah seperti tertulis dalam buku “Membangun peradaban: sejarah Muhammad saw. sejak sebelum diutus menjadi rasul” karya H.M.H. al-Hamid al-Husaini yang diterbitkan oleh Pustaka Hidayah.

Baca lebih lanjut