Kapan kita bersepakat?

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Sekali lagi kita terpaksa menelan kenyataan pahit berbedanya lebaran di negara kita ini. Dan, tampaknya ini bukan yang terakhir kalau di antara kita masih ada yang tetap menempatkan dalil mereka di atas yang lain seperti yang kita saksikan pada sidang itsbat tadi malam.

Sebenarnya mungkin gak sih kita bersepakat?

Menurut saya, jika kita cermati dalil-dalil baik dari al-Qur’an maupun hadits kita akan berkesimpulan bahwa Islam memungkinkan kita untuk bersepakat mengenai waktu puasa dan lebaran. Maka seharusnya energi bisa kita fokuskan ke arah terwujudnya persatuan umat terkait awal bulan. Prof Thomas Djamaluddin pernah mengatakan bahwa sudah saatnya mengubah paradigma hisab rukyat dari perdebatan dalil metode yang paling sahih dan paling baik dengan upaya saling menghargai menjadi pencarian kriteria bersama untuk metode yang berbeda dengan upaya saling mengisi.

Mari kita berkhayal sejenak.

Jika bangsa kita telah bersepakat mengawali bulan hijriah maka kita akan memiliki kalender tunggal hijriah di Indonesia. Kita akan memulai shaum Ramadhan dan mengakhirinya tanpa keraguan seperti dialami sebagian masyarakat kita sekarang. Kita akan bersama-sama merayakan lebaran termasuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Syiar Islam akan lebih tampak. Masyarakat awam tidak akan terpengaruh dengan hiruk pikuk masalah hilal dan tetap berkonsentrasi memperbanyak ibadahnya terutama menjelang akhir Ramadhan.  Cukuplah ahlinya saja yang bekerja untuk memberikan waktu yang terbaik bagi umat ini guna menyempurnakan ibadahnya. Tenaga, biaya, dan waktu yang tersedia bisa digunakan secara lebih berimbang untuk hal-hal lain yang juga penting untuk kemaslahatan umat.

Sufyan ats-Tsauri, seorang ahli fiqh terkenal, pernah mengatakan bahwa seorang alim adalah orang yang mampu memberikan kelapangan bagi umat dengan tidak melanggar rambu-rambu syariat. Maka apa kiranya yang masih menjadi alasan bagi sebagian ahli hisab kita untuk tidak berjuang bersama menuju kesepakatan itu?

Ya Allah Yang Maha Kuasa, bimbinglah kami khususnya para alim ulama kami untuk mampu berlaku adil dalam segala hal.

Artikel terkait:

https://rachmanabdul.wordpress.com/2011/08/08/seputar-penentuan-awal-bulan-hijriah-di-indonesia/

Iklan

2 comments on “Kapan kita bersepakat?

  1. Ping-balik: Satu Kalender | Kepingan Kakap Paling Pojok

  2. Ping-balik: Hisab awal bulan Ramadhan dan Syawal 1436 H | Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s