Memilih prosesor komputer dengan anggaran terbatas

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Bagi yang ingin membeli komputer atau mengganti prosesor, sangat banyak pilihannya saat ini. Produsen prosesor memang tidak banyak. Untuk komputer desktop dan laptop, yang populer hanya dua: Intel dan AMD. Namun, kedua produsen ini mengeluarkan berbagai tipe prosesor yang bisa jadi membuat kita bingung melihatnya. Dengan anggaran yang terbatas, kita tentu saja tetap menginginkan komputer dengan kinerja yang tidak mengecewakan.

Harga prosesor di pasaran mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Jika anggaran kita hanya 1 juta rupiah, prosesor mana yang kira-kira cocok untuk kita pilih?

Cara mudah menilai sebuah prosesor adalah dengan membandingkan nilainya terhadap prosesor lain. Dalam tulisan ini nilai N didefinisikan sebagai rasio kinerja terhadap harga prosesor. Rumusnya:

kinerja K bisa didapatkan dari www.cpubenchmark.net sedang harga H (dalam rupiah) bisa dilihat di www.bhinneka.com.

Definisi nilai prosesor di atas yang hanya memperhitungkan kinerja dan harga memang terlalu menyederhanakan persoalan. Konsumsi power yang dibutuhkan prosesor perlu diperhitungkan juga untuk memperoleh hasil yang lebih representatif.

Peringatan 1: Kinerja prosesor yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan synthetic-benchmark yang hanya cocok dipakai untuk memperoleh taksiran awal kinerja prosesor. Kinerja sebenarnya harus ditentukan menggunakan application-benchmark.

Enam buah prosesor yang dianggap mewakili prosesor-prosesor Intel dan AMD  berharga kurang dari 1 juta rupiah ditampilkan di grafik berikut ini. Ke arah kanan harga semakin mahal.

Bagi yang ingin membeli komputer baru, AMD Athlon II X3 450 nampaknya yang paling baik. Prosesor ini juga dinobatkan sebagai “best CPU for ~$80” oleh www.hardware-revolution.com pada 21 April 2011. Itu jika dilihat hanya dari nilainya. Akan tetapi jika mempertimbangkan kinerjanya di masa depan maka pilihan komputer dengan prosesor AMD Athlon II X4 640 adalah yang terbaik. Walaupun nilainya bukan yang tertinggi tapi karena memiliki 4 core, aplikasi-aplikasi komputer di masa depan akan lebih nyaman digunakan karena prosesornya memiliki core lebih banyak.Tentang AMD Athlon X4 bisa dibaca di www.anandtech.com.

Peringatan 2: Manfaat multi-core sangat ditentukan oleh dukungan perangkat lunak (sistem operasi dan aplikasi) yang dipakai. CPU dengan 4 core bisa jadi lebih buruk kinerjanya dibanding CPU dengan 3 core pada suatu aplikasi (silakan baca di www.tomshardware.com). Untungnya kita bisa meyakini bahwa para pengembang perangkat lunak akan berusaha keras untuk mengoptimasi produk mereka agar bisa memanfaatkan semua core yang tersedia. Windows 7 telah dioptimasi untuk ini (silakan baca di http://itexpertvoice.com).

Bagi yang telah memiliki sistem berbasis prosesor Intel dan ingin melalukan upgrading, Intel Pentium E5700 adalah pilihan yang menarik. Prosesor yang lebih cepat yakni Pentium E6500 pun tersedia dengan harga Rp 672 ribu (Bhinneka.com). Intel Core i3 540 walaupun lebih cepat, nilainya jauh lebih rendah.

Jika membandingkan prosesor keluaran Intel dan AMD, dengan mempelajari berbagai sumber di internet, dapat kita simpulkan bahwa prosesor AMD memang merajai kelas di bawah US $100 sedang Intel merajai kelas di atasnya. Prosesor-prosesor berbasis Core i7 yang memiliki 6 core memang memiliki kinerja yang sangat baik melebihi kinerja prosesor berbasis Phenom II X6 yang merupakan tipe tercepat yang dikeluarkan AMD dengan jumlah core yang sama.

Iklan

3 comments on “Memilih prosesor komputer dengan anggaran terbatas

  1. Dari dulu memang untuk kinerja AMD unggul “sedikit” dari Intel dan harga unggul “sedkit” pula dari Intel. Soal pilihan, best buy menurut saya masih dipegang AMD

    • Keunggulan prosesor AMD utamanya terletak dari nilainya (rasio kinerja dan harga). Nampaknya semakin banyak konsumen termasuk di Indonesia yang memahami hal ini sehingga saya memperkirakan pengguna prosesor AMD pun semakin banyak. Memang bisnis tanpa pesaing (Intel saja) tidak seru hehe. Btw, kalo dari dulu prosesor AMD lebih unggul dari sisi kinerja dan harga, prosesor Intel ga akan laku dong dan artinya ga akan ada persaingan.

  2. Ping-balik: Memilih prosesor dengan anggaran terbatas « Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s