Memantau satelit yang akan jatuh

Update 29 Jan 2012: penambahan tautan di akhir tulisan

(tulisan ini sebelumnya dimuat di Buletin Komrad vol. 3. no. 2 Apr-Jun 2011)

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Dari 20 ribuan benda antariksa buatan yang telah jatuh ke bumi, 6 ribu di antaranya berukuran cukup besar untuk sampai ke permukaan bumi. Benda-benda ini bisa berupa satelit atau bekas roket. Beberapa di antaranya yang ditemukan dapat kita lihat di www.aero.org dan di kantor Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN. Jika ukurannya sangat besar dan jatuh di daerah pemukiman penduduk maka tentu saja potensi kerusakannya cukup besar apalagi jika benda yang jatuh itu mengandung bahan berbahaya seperti nuklir.

Bisakah resiko  ini kita antisipasi?

Manusia telah membuat jaringan pengamatan yang mampu memantau benda-benda antariksa buatan. Salah satu jaringan ini dioperasikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang sekarang memantau lebih dari 15 ribu benda buatan yang mengitari bumi. Hasil pengamatan yang diperoleh dari teleskop optik dan radar diolah sehingga diperoleh katalog data benda-benda buatan yang mengitari bumi. Katalog yang berisi identitas benda antariksa dan parameter orbitnya ini dipublikasikan dan diperbarui secara rutin di Space-track. Beberapa situs di internet misalnya Heavens-Above menggunakan katalog tadi untuk membuat proyeksi lintasan benda antariksa tertentu di permukaan bumi dan memperbaruinya setiap beberapa menit. Proyeksi yang dinamakan jejak permukaan (groundtrack) ini dapat kita gunakan untuk mengetahui daerah mana yang dilalui benda tersebut pada suatu saat.

Benda antariksa dalam katalog dapat dibedakan atas namanya atau nomor katalognya. Karena tidak jarang beberapa bekas roket namanya sama maka menggunakan nomor katalog terkadang lebih baik. Jika kita mengetahui nama atau nomor katalog benda yang akan jatuh maka dengan memilihnya di situs Heavens-Above kita dapat melihat jejak permukaan benda tersebut dan mengetahui apakah benda bersangkutan akan melintasi suatu daerah atau tidak menjelang waktu jatuhnya. Maka jawaban pertanyaan pertama di atas adalah bisa jika kita mengetahui benda yang akan jatuh tersebut. Masalahnya, bagaimana jika tidak kita ketahui?

Katalog benda antariksa dapat kita unduh semuanya. Dengan model matematis khusus kita dapat memperkirakan posisi dan ketinggian semua benda dalam katalog tersebut pada suatu waktu. Dengan demikian kita dapat mencari benda-benda mana saja yang saat ini ketinggiannya di sekitar ketinggian benda jatuh. Umumnya benda antariksa dikatakan jatuh jika ketinggiannya turun (akibat hambatan atmosfer) hingga mencapai sekitar 120 km. Prosedur tadi dapat kita buat program komputernya sehingga walaupun jumlah benda dalam katalog mencari puluhan ribu, bukan hal yang sulit untuk mengetahui benda-benda mana saja yang berpotensi untuk segera jatuh. Maka pertanyaan kedua pun terjawab.

Kemampuan untuk menyeleksi benda-benda yang berpotensi untuk segera jatuh telah digunakan di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN untuk memantau benda-benda antariksa yang berpotensi jatuh di wilayah Indonesia. Hasil pemantauan ini dapat dilihat di http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/ di bagian pemantauan realtime. Selain hasil pemantauan yang diperbarui tiap menit, informasi umum tentang benda jatuh antariksa juga tersedia di situs tersebut.

Dua gambar berikut ini memperlihatkan jejak permukaan dua bekas roket yang melintasi Indonesia pada ketinggian kurang dari  200 km.

Tautan:

Artikel tentang benda jatuh antariksa di blog Pak Thomas Djamaluddin

Artikel tentang satelit BeppoSax (menjelang jatuh) di blog Pak Thomas Djamaluddin

Iklan

7 comments on “Memantau satelit yang akan jatuh

  1. Mas, bisa gak tulisannya dijadikan satu halaman saja? lebih nyaman membacanya dibanding harus menunggu loading setiap membuka halaman baru dalam tulisan yang sama.

    • Trims sarannya Dan. Jumlah halaman akan kukurangi tapi kukira pengantar singkat di halaman pertama tetap diperlukan biar pembaca cepat melihat tulisan yang lain di bawahnya. Bikin blog juga dong biar kukomentari hehe.

  2. saya pernah lihat sampah antariksa yg bentuknya kaya drum di lapan bandung.. kalau menurut saya, sepertinya itu bukan sampah antariksa,tapi tong sampah antariksa soalnya bentuknya kaya tempat sampah.. hehehe (selamat datang di wordpress)

  3. Ping-balik: Kondisi sampah antariksa saat ini « Abdul Rachman's blog

  4. Ping-balik: Satu lagi satelit akan jatuh « Abdul Rachman's blog

  5. Ping-balik: Pemantauan benda jatuh antariksa | Abdul Rachman's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s