Memperkenalkan LyX sebuah document processor

Update 12 Des 2011: penambahan tautan tentang LaTeX di internet

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Bagi yang sering membuat tulisan yang banyak persamaan matematikanya, saya yakin butuh software yang lebih baik dibanding Word. Di Word memang ada MS Equation yang bisa kita pakai tapi pengalaman saya dulu ketika kuliah S1 memakai LaTeX (dan TeX didalamnya) lebih bagus.

Mengapa memakai LaTeX bisa lebih bagus? Sulitkah menggunakan LaTeX itu?

Baca lebih lanjut

Isra’ mi’raj dan kuliah Kosmologi

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Ketika membahas ayat pertama surat Al-Israa’, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip sebuah kisah dari Siti Aisyah radhiallahu anha yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi. Di situ dikisahkan bahwa setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menceritakan pengalaman Isra’-nya dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina lalu kembali ke Mekah pada malam yang sama kepada orang-orang, sebagian dari mereka menjadi murtad. Sulit memang mempercayai hal itu pada saat itu kecuali bagi orang-orang tertentu seperti Abu Bakar radhiallahu anhu.

Baca lebih lanjut

Memantau satelit yang akan jatuh

Update 29 Jan 2012: penambahan tautan di akhir tulisan

(tulisan ini sebelumnya dimuat di Buletin Komrad vol. 3. no. 2 Apr-Jun 2011)

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Dari 20 ribuan benda antariksa buatan yang telah jatuh ke bumi, 6 ribu di antaranya berukuran cukup besar untuk sampai ke permukaan bumi. Benda-benda ini bisa berupa satelit atau bekas roket. Beberapa di antaranya yang ditemukan dapat kita lihat di www.aero.org dan di kantor Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN. Jika ukurannya sangat besar dan jatuh di daerah pemukiman penduduk maka tentu saja potensi kerusakannya cukup besar apalagi jika benda yang jatuh itu mengandung bahan berbahaya seperti nuklir.

Bisakah resiko  ini kita antisipasi?

Baca lebih lanjut

Tulisan yang beretika

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Jika ingin menjadi penulis karya ilmiah yang baik, kita tidak cukup hanya memperhatikan substansi tulisan kita saja tapi juga etikanya. Kita perlu menyadari dan mematuhi kontrak tidak tertulis antara kita dengan pembaca bahwa pembaca akan mengasumsikan bahwa apa yang dia baca adalah betul-betul karya penulisnya. Sang penulis adalah sole originator dari tulisan yang dibuatnya.

Seorang penulis yang baik akan selalu berusaha menghargai ide dan karya orang lain (misalnya susunan kalimat) yang digunakannya dalam tulisannya. Karena itu mustahil baginya untuk tidak menyebut orang yang telah berkontribusi dalam karyanya. Dia juga akan berupaya keras agar pembaca mengetahui betul mana redaksi kalimat yang memang ciptaannya dan mana yang dipinjamnya dari penulis lain.

Beberapa pedoman yang bisa kita pakai agar menjadi penulis yang beretika ada dalam tulisan karya Miguel Roig, Ph.D. Ringkasannya bisa diperoleh di sini. Semoga bermanfaat.

By Abdul Rachman Posted in Menulis