Ujian terberat dan nasihat terbaik

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Alhamdulillah, pada 8 hingga 12 Maret lalu saya dan keluarga berkesempatan ke Makassar. Bagi saya perjalanan kali ini cukup penting karena ini pertama kalinya istri dan anak saya ziarah ke kuburan ayah saya sejak beliau meninggal karena sakit 1 Nopember tahun lalu.

Di Makassar, kakak lelaki saya memperdengarkan sebuah ceramah tentang kematian yang saya kira penting untuk selalu kita ingat intinya. Pada tulisan ini saya ingin berbagi sebagian isi ceramah tersebut. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Lanjut membaca

Merenungi Matahari sebagai makhluk Allah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Melanjutkan tulisan saya berjudul Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia, saya mencoba membuat sebuah contoh untuk memperjelas maksudnya.

Mengambil Matahari sebagai contoh tampaknya menarik karena saat ini aktivitasnya semakin meningkat menjelang puncaknya (diperkirakan terjadi di pertengahan tahun depan). Banyak hikmah yang bisa gali dengan merenungi keberadaan Matahari (termasuk ledakan energi dan massa yang dihasilkannya) yang populer kita kenal dengan istilah badai Matahari.

Lanjut membaca

Beban dalam Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Seringkali dalam hidup ini kita dibebani dengan berbagai kewajiban. Peran kita sebagai suami/istri, warga masyarakat, atasan/bawahan di perusahaan menuntut kita untuk mampu melaksanakan hal-hal tertentu yang sesuai dengan tingkatan kita dalam peran tersebut. Sesuai dengan kapasitas kita dan dukungan lingkungan, beban itu bisa jadi terasa ringan atau berat.

Agar lebih bijak menyikapi persoalan beban ini kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Jika kita menemukan orang lain yang mampu bertahan atas beban berat yang diembannya (sehingga akhirnya memberikan hasil yang sangat memuaskan) itu bisa menjadi inspirasi yang sangat baik bagi kita. Mari kita lihat pengalaman Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dan analisis ulama terhadap pengalaman tersebut.  Lanjut membaca

Ide penyatuan waktu Indonesia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Wacana penyatuan waktu Indonesia (dari 3 zona waktu menjadi 1) semakin ramai dibicarakan. Ide ini kabarnya mulai dilontarkan sejak beberapa tahun lalu. Terakhir kali oleh Pak Hatta Rajasa yang seperti kita baca di media katanya bisa menghasilkan keuntungan hingga trilyunan rupiah bagi Indonesia.

Tampaknya hampir semua orang mengakui bahwa dengan satu waktu, Indonesia akan sangat diuntungkan secara ekonomi di samping keuntungan lain dari sisi administrasi. Namun jika ditinjau dari segi yang lain (yang jarang diangkat) nampaknya pemerintah perlu lebih berhati-hati sebelum memutuskan. Kenapa?  Lanjut membaca

29 Februari dan kalender Hijriah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Hari ini tanggal 29 Februari 2012 dalam kalender Masehi. Apa yang menarik dari tanggal ini? Mungkin beragam jawabannya namun yang jelas tanggal ini terakhir kita temui 4 tahun lalu dan baru akan kita temui lagi 4 tahun mendatang. Kendati demikian, orang yang lahir tanggal 29 Februari tidak harus berulang tahun 4 tahun sekali. Secara resmi, mereka bisa berulang tahun pada 28 Februari atau 1 Maret tergantung negaranya. Berdasarkan info di Wikipedia, orang terkenal yang lahir dan wafat pada tanggal 29 Februari adalah Sir James Milne Wilson yang pernah menjabat sebagai Premier of Tasmania.

Kenapa dunia memerlukan tanggal ini dan bagaimana mengetahui kapan ia muncul? Lanjut membaca

Persaudaraan Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Satoshi Kanazawa seorang evolutionary psychologist pernah membuat tulisan berjudul What’s Wrong with Muslims? di website Psychology Today yang dipublikasikan pada 10 Januari 2010. Dalam tulisannya ia berkata, “Being a Muslim in today’s world is unlike being anything else.  It’s an all-encompassing, all-consuming identity.”

Mengapa demikian?

Lanjut membaca

Fenomena antariksa: bagaimana menyikapinya?

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Bagi yang rajin mengikuti perkembangan berita di Indonesia baik itu lewat TV maupun internet, akan menyadari bahwa belakangan ini seringkali beredar berita-berita heboh terkait dengan “fenomena alam semesta”.  Mulai langit terbelah hingga satelit dan meteor jatuh (ini yang paling sering).

Sepertinya berita-berita ini banyak bermunculan setelah isu kiamat 2012 dihembuskan oleh beberapa orang/pihak di negeri ini. Karena isu ini dikaitkan dengan keantariksaan seperti aktivitas Matahari dan benda jatuh antariksa maka LAPAN sebagai lembaga resmi yang menangani keantariksaan di Indonesia sering diminta oleh berbagai pihak untuk memberi penjelasan. Ini tantangan bagi LAPAN untuk mampu menjelaskan kepada masyarakat sekaligus peluang agar lebih dikenal.

(catatan: sebagian besar isi tulisan ini diambil dari tulisan sebelumnya berjudul “Menyongsong tahun baru 2012″)

Lanjut membaca

Menyongsong tahun baru 2012

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Hari ini hari terakhir di tahun 2011. Besok kita memulai hari pertama di tahun 2012. Kesempatan yang baik untuk merenungkan amal baik dan buruk kita di tahun ini dan apa yang kita persiapkan di tahun depan.

Sebuah komunitas di Bandung telah berencana melaksanakan suatu kegiatan yang  mengingatkan saya akan tulisan yang dulu saya buat berjudul “Kiamatkah di 2012″? Kali ini saya ingin berbagi tulisan tersebut dengan maksud agar jangan sampai masih ada di antara kita yang mempercayai ramalan terkait isu kiamat tersebut. Mari dengan bersemangat kita songsong tahun 2012 tanpa kecemasan yang tidak beralasan.

Lanjut membaca

Gerhana dan seorang muslim

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011 telah kita alami. Pada khutbahnya di masjid dekat rumah saya Ustadz Sumitra (pengajar di LTQ Jendela Hati) mengingatkan jamaah bahwa menjalankan shalat gerhana juga seharusnya dipandang sebagai salah satu upaya seorang muslim untuk memelihara sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di saat umat Islam sendiri semakin banyak yang meninggalkan sunnah Nabinya, fenomena gerhana yang jarang terjadi harus bisa kita manfaatkan untuk membangkitkan semangat memelihara sunnah tersebut.

Berikut ini tulisanku tentang gerhana dalam kaitannya dengan iman seorang muslim yang pernah dimuat di Harian Republika tanggal 29 Agustus 2007 (dengan modifikasi). Semoga bermanfaat sebagai pengingat.

Lanjut membaca

Gerhana dan manusia

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Dari dahulu kala gerhana Matahari (dan Bulan) mempengaruhi kehidupan manusia mulai dari dongeng hingga pelaksanaan ibadah. Gerhana memang tidak hanya bermakna secara astronomi. Melalui gerhana kita juga bisa lebih dalam memahami diri kita sebagai manusia dari segi kebudayaan dan keyakinan. Meningkatnya pengetahuan kita tentang gerhana seharusnya menjadikan kita lebih arif menyikapi fenomena ini.

Tulisan ini berisi catatan kecil saya tentang keterkaitan gerhana dan manusia. Tentu saja masih sangat banyak hal yang bisa ditambahkan.

Lanjut membaca