Beban dalam Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Seringkali dalam hidup ini kita dibebani dengan berbagai kewajiban. Peran kita sebagai suami/istri, warga masyarakat, atasan/bawahan di perusahaan menuntut kita untuk mampu melaksanakan hal-hal tertentu yang sesuai dengan tingkatan kita dalam peran tersebut. Sesuai dengan kapasitas kita dan dukungan lingkungan, beban itu bisa jadi terasa ringan atau berat.

Agar lebih bijak menyikapi persoalan beban ini kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Jika kita menemukan orang lain yang mampu bertahan atas beban berat yang diembannya (sehingga akhirnya memberikan hasil yang sangat memuaskan) itu bisa menjadi inspirasi yang sangat baik bagi kita. Mari kita lihat pengalaman Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dan analisis ulama terhadap pengalaman tersebut.  Lanjut membaca

Ide penyatuan waktu Indonesia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Wacana penyatuan waktu Indonesia (dari 3 zona waktu menjadi 1) semakin ramai dibicarakan. Ide ini kabarnya mulai dilontarkan sejak beberapa tahun lalu. Terakhir kali oleh Pak Hatta Rajasa yang seperti kita baca di media katanya bisa menghasilkan keuntungan hingga trilyunan rupiah bagi Indonesia.

Tampaknya hampir semua orang mengakui bahwa dengan satu waktu, Indonesia akan sangat diuntungkan secara ekonomi di samping keuntungan lain dari sisi administrasi. Namun jika ditinjau dari segi yang lain (yang jarang diangkat) nampaknya pemerintah perlu lebih berhati-hati sebelum memutuskan. Kenapa?  Lanjut membaca

29 Februari dan kalender Hijriah

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Hari ini tanggal 29 Februari 2012 dalam kalender Masehi. Apa yang menarik dari tanggal ini? Mungkin beragam jawabannya namun yang jelas tanggal ini terakhir kita temui 4 tahun lalu dan baru akan kita temui lagi 4 tahun mendatang. Kendati demikian, orang yang lahir tanggal 29 Februari tidak harus berulang tahun 4 tahun sekali. Secara resmi, mereka bisa berulang tahun pada 28 Februari atau 1 Maret tergantung negaranya. Berdasarkan info di Wikipedia, orang terkenal yang lahir dan wafat pada tanggal 29 Februari adalah Sir James Milne Wilson yang pernah menjabat sebagai Premier of Tasmania.

Kenapa dunia memerlukan tanggal ini dan bagaimana mengetahui kapan ia muncul? Lanjut membaca

Persaudaraan Islam

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Satoshi Kanazawa seorang evolutionary psychologist pernah membuat tulisan berjudul What’s Wrong with Muslims? di website Psychology Today yang dipublikasikan pada 10 Januari 2010. Dalam tulisannya ia berkata, “Being a Muslim in today’s world is unlike being anything else.  It’s an all-encompassing, all-consuming identity.”

Mengapa demikian?

Lanjut membaca

Gerhana dan seorang muslim

Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011 telah kita alami. Pada khutbahnya di masjid dekat rumah saya Ustadz Sumitra (pengajar di LTQ Jendela Hati) mengingatkan jamaah bahwa menjalankan shalat gerhana juga seharusnya dipandang sebagai salah satu upaya seorang muslim untuk memelihara sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di saat umat Islam sendiri semakin banyak yang meninggalkan sunnah Nabinya, fenomena gerhana yang jarang terjadi harus bisa kita manfaatkan untuk membangkitkan semangat memelihara sunnah tersebut.

Berikut ini tulisanku tentang gerhana dalam kaitannya dengan iman seorang muslim yang pernah dimuat di Harian Republika tanggal 29 Agustus 2007 (dengan modifikasi). Semoga bermanfaat sebagai pengingat.

Lanjut membaca

Jadwal waktu shalat

Update 3 Feb 2012: penambahan tautan di akhir tulisan

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Awal waktu shalat dalam satu tahun selalu berubah. Untuk wilayah Indonesia, sejak Agustus awal waktu shalat ini  semakin maju (mendekat) dan mencapai puncaknya pada Oktober (asar, maghrib, dan isya) hingga Nopember (dzuhur dan subuh). Contoh untuk Bandung, pada awal Agustus dzuhur dimulai pada 11:59 WIB sedang di awal Nopember nanti dzuhur dimulai pada 11:36 WIB  (maju 23 menit). Mudah-mudahan dengan menyadari ini persiapan kita ke masjid (terutama untuk shalat Jumat) lebih baik lagi.

Bagaimana sih perubahan jadwal shalat dalam setahun?

Lanjut membaca

Mempersiapkan penerus kepemimpinan

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Saya meyakini bahwa salah satu kewajiban pemimpin adalah menyiapkan penggantinya. Sebaiknya penggantinya telah disepakati sebelum pemimpin tadi berakhir masa jabatannya. Tidak adanya pemimpin selain dapat menghambat tercapainya visi organisasi (bahkan menggagalkannya) juga dapat memancing terjadinya konflik perebutan kekuasaan.

Konflik perebutan kekuasaan juga terjadi di kalangan sahabat segera sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan sebelum beliau dikebumikan. Padahal mereka adalah generasi terbaik umat ini. Dengan semakin terpuruknya kualitas umat, kita harus semakin berhati-hati agar fenomena ini tidak muncul kembali.

Mari kita renungkan peristiwa yang terjadi sesaat sepeninggal Rasulullah seperti tertulis dalam buku “Membangun peradaban: sejarah Muhammad saw. sejak sebelum diutus menjadi rasul” karya H.M.H. al-Hamid al-Husaini yang diterbitkan oleh Pustaka Hidayah.

Lanjut membaca

Kapan kita bersepakat?

Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN

Sekali lagi kita terpaksa menelan kenyataan pahit berbedanya lebaran di negara kita ini. Dan, tampaknya ini bukan yang terakhir kalau di antara kita masih ada yang tetap menempatkan dalil mereka di atas yang lain seperti yang kita saksikan pada sidang itsbat tadi malam.

Sebenarnya mungkin gak sih kita bersepakat? Lanjut membaca

Seputar penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Di negara kita hingga saat ini terkadang masyarakat memulai dan mengakhiri ramadhan pada hari yang berbeda. Ini terutama dikarenakan penafsiran yang berbeda terhadap sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam terkait dengan hilal (sabit bulan penanda awal bulan). Di satu sisi ada yang menempatkan rukyat (melihat) hilal sebagai penentu di sisi lain ada yang mengganggap cukup dengan  hisab (menghitung) sehingga tidak perlu lagi melihat (observasi). Sebenarnya  ada jalan untuk mempertemukan kedua sisi ini kalau kita memang ingin seragam dalam hal ini.

Pada 30 Juli lalu, Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN (bidang saya) mengadakan diseminasi hasil penelitian hisab-rukyat di BPPR-LAPAN Pameungpeuk. Pada kesempatan itu saya diminta memberikan materi seputar penentuan awal bulan hijriah di Indonesia mulai dari prinsip penentuannya secara astronomi (materinya bisa diunduh di sini) hingga penyebab perbedaan dan solusi yang ditawarkan LAPAN untuk menyamakannya (ini penting untuk membuat kalender tunggal Hijriah di Indonesia; materinya bisa diunduh di sini).

Solusi yang paling mudah bagi masyarakat menyikapi perbedaan awal dan akhir Ramadhan adalah mematuhi keputusan menteri agama tentang ini. Akan tetapi, sebaiknya kepatuhan itu dilandasi ilmu bukan? Nah, materi yang saya buat bersama Pak Thomas Djamaluddin ini semoga mampu memberi sedikit pencerahan. Rekan-rekan yang ingin berdiskusi saya persilakan.

Sosialisasi pembinaan arah kiblat

Pada 18 hingga 20 Mei kemarin Kemenag RI (sebelumnya Depag RI) menyelenggarakan Sosialisasi Pembinaan Arah Kiblat tingkat Propinsi Jawa Barat bertempat di Hotel Augusta Valley, Setiabudi, Bandung. Saya menggantikan Prof. T. Djamaluddin memberi materi tentang koordinat geografis dan arah kiblat. Bagi yang berminat, materinya bisa diperoleh di sini. Semoga bermanfaat.

Artikel terkait di blog ini:

Teknik penentuan arah kiblat dan permasalahannya