Tidak ada yang diciptakan Allah sia-sia

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Sebuah benda langit diperkirakan akan segera jatuh. Walaupun ini buatan manusia tapi pada hakikatnya ia ciptaan Allah juga. UARS serupa  matahari, bulan, dan bintang-bintang yang semuanya tunduk kepada hukum-hukum yang ditetapkan Allah Subhanahu wa ta’ala atas alam ini. Walaupun ada potensi kerusakan yang mungkin ditimbulkan akibat kepingannya yang sampai ke permukaan bumi, UARS juga adalah ciptaan Allah (melalui manusia) sehingga apa yang diakibatkannya tidak lain adalah bagian dari takdir Allah SWT.

Mari kita renungkan Surat Yunus ayat 5-6 yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu di alam semesta yang sia-sia.

Lanjut membaca

Mendalami makna al-Qur’an dengan ilmu tajwid

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Salah satu sisi kemukjizatan al-Qur’an terletak pada bahasanya. Syaikh Manna’ al-Qaththan dalam bukunya mabaahits fii ‘uluumil qur’aan (telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Pustaka al-Kautsar menjadi Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an) mengatakan,

“Setelah kita renungkan sistem bahasa dalam al-Qur’an itu kita mendapatkan bahwa semua aspek yang dikandungnya berada dalam satu batas keindahan sistem dan keelokan susunan tanpa adanya perbedaan dan penurunan derajat. Maka semakin kita mengerti bahwa al-Qur’an adalah sesuatu yang berada di luar batas kemampuan manusia”.

Lanjut membaca

Mencermati terjemahan dan tafsir al-Qur’an

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Alhamdulillah saat ini semakin banyak beredar al-Qur’an yang disertai terjemahan dan tafsirnya. Semakin banyak juga diterbitkan terjemahan kitab-kitab tafsir karya ulama-ulama besar. Semuanya ini akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pemahaman umat Islam di negeri kita ini. Akan tetapi, kadang saya mendapati ketidakkonsistenan terjemahan dan tafsirnya.

Lanjut membaca

Isra’ mi’raj dan kuliah Kosmologi

Abdul Rachman
Peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN

Ketika membahas ayat pertama surat Al-Israa’, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip sebuah kisah dari Siti Aisyah radhiallahu anha yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi. Di situ dikisahkan bahwa setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menceritakan pengalaman Isra’-nya dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina lalu kembali ke Mekah pada malam yang sama kepada orang-orang, sebagian dari mereka menjadi murtad. Sulit memang mempercayai hal itu pada saat itu kecuali bagi orang-orang tertentu seperti Abu Bakar radhiallahu anhu.

Lanjut membaca