Abdul Rachman
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN
Maaf kalau tulisan ini agak basi. Tulisan ini saya maksudkan sebagai catatan singkat saya atas riwayat hidup satelit ROSAT milik Jerman yang jatuh akhir bulan lalu. Satelit pengamat sinar-X ini dinyatakan jatuh di atas laut Andaman sebelum melewati Thailand.
Media tidak meliput ROSAT segencar UARS yang jatuh sebulan sebelumnya. Mungkin ukuran ROSAT yang lebih kecil ditambah popularitas DLR yang kalah dari NASA yang menjadi dua di antara penyebabnya (banyaknya peristiwa lain yang menarik di akhir Oktober 2011 mungkin juga jadi faktor). Padahal resiko adanya korban akibat jatuhnya ROSAT lebih besar. Anyway, alhamdulillah, hingga kini tidak ada kabar adanya korban akibat peristiwa ini.
Informasi di bawah ini sebagian besar diambil dari situs Pusat Sains Antariksa LAPAN (www.dirgantara-lapan.or.id)
A. Lokasi jatuh
ROSAT dinyatakan jatuh (mengalami atmospheric reentry) pada 23 Oktober 2011 sekitar pukul 08:50 WIB dengan pusat perkiraan lokasi jatuh ditunjukkan oleh titik kuning pada peta berikut.
Lokasi atmospheric reentry bukan menyatakan lokasi jatuh di permukaan bumi melainkan lokasi jatuh pada ketinggian sekitar 120 km.
B. Riwayat orbit
ROSAT diluncurkan memakai roket Delta II dari Cape Canaveral Amerika Serikat pada 1 Juni 1990. Sejak mengorbit Bumi, ROSAT telah mengalami dua kali puncak aktivitas Matahari yakni sekitar tahun 1991 dan 2002. Aktivitas Matahari ini terlihat jelas mempengaruhi ketinggian satelit ROSAT. Pada kedua gambar berikut ini, apogee menyatakan ketinggian terjauh satelit sedang perigee menyatakan ketinggian terdekat. Beda dengan orbit (lintasan) berbentuk lingkaran di mana setiap titik sama jaraknya dari pusat, dalam orbit yang lonjong akan ada jarak terdekat dan terjauh. Umumnya, semakin mendekati jatuh, orbit semakin menyerupai lingkaran.
Setelah mengorbit selama lebih dari 21 tahun (lebih dari 8 tahun aktif dan hampir 13 tahun sebagai sampah antariksa) akhirnya ROSAT dinyatakan jatuh pada 23 Oktober 2011. Semoga tidak ada korban akibat peristiwa ini.
ketinggian ROSAT sejak awal diluncurkan hingga ketika jatuh (aktivitas Matahari ditunjukkan oleh grafik paling bawah)
Ketinggian ROSAT menjelang jatuh pada 23 Oktober 2011
Artikel terkait:
http://rachmanabdul.wordpress.com/2011/10/03/satu-lagi-satelit-akan-jatuh/



Ping-balik: Membaca lintasan benda yang akan jatuh « Abdul Rachman's blog
Ping-balik: Phobos-Grunt akhirnya jatuh « Abdul Rachman's blog