Abdul Rachman
Peneliti di Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN
Seiring dengan maraknya perkembangan teknologi kedirgantaraan, di antaranya makin banyaknya negara yang ikut meramaikan, jumlah sampah antariksa juga semakin meningkat. Selain dapat mengganggu operasional satelit aktif di orbitnya, sampah yang jatuh ke bumi potensi merusaknya cenderung lebih besar karena jatuhnya tidak dapat dikontrol.
Bagaimana kondisi sampah antariksa saat ini?
Departemen Pertahanan Amerika Serikat saat ini menginformasikan di www.space-track.org bahwa benda antariksa buatan berukuran di atas 10 cm (termasuk satelit, bekas roket, pecahan satelit dan roket) yang mengitari bumi saat ini telah mencapai lebih dari 16300 buah. Dengan jumlah satelit aktif (masih berfungsi) saat ini sekitar 960 buah maka jumlah sampah antariksa (didefinisikan sebagai benda buatan manusia selain satelit yang masih berfungsi) adalah 15340 buah. Ini berarti, dilihat dari jumlahnya, 94% dari seluruh benda antariksa buatan itu adalah sampah. Dilihat dari prosentasenya, kondisi ini belum berubah dibanding Juni 2009 seperti tampak pada grafik berikut.
Tiga negara penghasil sampah antariksa terbesar hingga saat ini masih ditempati oleh Federasi Rusia, Amerika Serikat, dan RRC. RRC bisa menempati tiga terbesar sejak ia menembak sendiri satelitnya Fengyun 1C dengan rudal anti satelit pada Januari 2007.
Jumlah sampah antariksa cenderung meningkat seiring dengan makin besarnya populasi benda antariksa buatan yang mengitari bumi seperti diperlihatkan pada gambar berikut (sumber: NASA).
Artikel terkait di blog ini:


Ping-balik: Satu lagi sampah antariksa akan jatuh « Abdul Rachman's blog
Ping-balik: Satu lagi satelit akan jatuh « Abdul Rachman's blog
Ping-balik: Perkembangan sampah antariksa di 2011 « Abdul Rachman's blog